Sukses

Lendir berbau menjelang haid

19 Oct 2014, 19:54 WIB
Wanita, 22 tahun.
dok,saya sudah menikah 5 bulan tapi belum dikaruniai anak,yang ingin saya tanyakan beberapa hari sebelum dan sesudah saya mens keluar lendir yg berbau tidak sedap dan sangat menyengat itu menganggu suami saya saat berhubungan badan,dan apakah ada hubunganya dengan kesuburan saya?mohon jawabanya.( perempuan, 22 thn,160 cm,45 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Lendir yang keluar saat beberapa hari sebelum ataupun sesudah menstruasi umumnya normal terjadi dan merupakan pengaruh hormonal. Namun jika lendir tersebut memiliki karakteristik berbau, berwarna ( putih susu, keabuan, hingga kehijauan), banyak, dan menyebabkan rasa gatal ataupun terbakar pada kemaluan, coba periksakan kepada dokter umum setempat. Lendir yang memiliki karakteristik tersebut disebut dengan keputihan patologis. 

Agar pengobatan lebih tepat sasaran, minta dokter Anda untuk mendeteksi kuman penyebab keputihan dengan cara melakukan pemeriksaan usap vagina. Ini dilakukan karena kuman penyebab keputihan bervariasi sehingga pemberian obat sebaiknya disesuaikan dengan kuman penyebab. 

Anda juga dapat mencoba beberapa cara berikut untuk mengatasi masalah yang dialami: 

  • Perhatikan kebersihan daerah miss V dengan memakai celana dalam yang dapat menyerap keringat seperti katun, rajin mengganti celana dalam dan selalu menjaganya tetap kering.
  • Basuh miss V Anda dengan air bersih yang mengalir.
  • Penggunaan pantiliner cukup dipakai pada masa sebelum maupun setelah menstruasi, atau ketika Anda mengalami keputihan yang agak banyak karena pengaruh hormonal-seperti pada masa subur.

Selain pengobatan terhadap Anda, ada baiknya jika Anda membawa suami untuk diperiksa. Karena jika terdapat keputihan patologis pada Anda, kemungkinan suami dapat terkena kuman penyebab, yang kemudian dapat mengenai Anda kembali. Sehingga bila suami tidak diperiksa atau diobati, besar kemungkinan infeksi akan terjadi berulang, dan pengobatan menjadi tidak tuntas. 

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)

Salam,

Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar