Sukses

Osteoartritis vs Osteoporosis

20 Oct 2014, 03:30 WIB
Wanita, 33 tahun.
beda antara osteoartrithis dgn osteophorosis ? dan bgm cara penangannya ?(perempuan, 33 thn,160 cm,57 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Secara definisi, Osteoartritis (OA) adalah suatu kelainan sendi kronis (jangka lama) di mana terjadi proses pelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi yang disertai dengan pertumbuhan tulang dan tulang rawan baru pada sendi. Kelainan ini merupakan suatu proses degeneratif pada sendi yang dapat mengenai satu atau lebih sendi.

Sedangkan Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam  tulang. Pada Osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur.

Dengan demikian jelas bahwa pada OA yang terkena hanya terbatas pada satu atau lebih persendian, sedangkan pada Osteoporosis kerusakan dapat terjadi pada jaringan di dalam semua tulang.

Terapi

Tatalaksana terhadap OA secara umum dapat dibedakan menjadi tatalaksanan non bedah dan bedah. Tatalaksana non bedah berupa obat-obatan, perubahan pola diet, fisioterapi, serta modifikasi aktivitas. Beberapa hal yang dapat dilakukan sendiri, antara lain:

  • Istirahat. Jika mengalami nyeri atau radang pada sendi, istirahatkan selama 12 - 24 jam. Atau istirahat dari aktivitas selama 10 menit setiap jam.
  • Berolahraga. Dosis olahraga yang diperlukan sebaiknya dengan persetujuan dokter. Lakukan olahraga ang ringan seperti berjalan atau renang. Namun jangan berolahraga saat sendi dalam keadaan sakit.
  • Kurangi berat badan. Berat badan yang berlebih akan memberikan beban pada sendi-sendi yang menyangga tubuh. Kombinasi diet dan olahraga efektif menurunkan berat badan.
  • Kompres panas dan dingin untuk menangani nyeri. Kompres hangat dapat diberikan selama 20 menit, beberapa kali sehari. Kompres dingin dapat diberikan bila tidak ada gejala baal atau sirkulasi yang terganggu.
  • Lakukan fisioterapi dengan fisioterapis yang berpengalaman. Fisioterapi memelihara mobilitas sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Memperkuat otot-otot di sekitar sendi dapat memberikan efek proteksi terhadap sendi yang terserang OA dengan meningkatkan penyerapan tekanan dan mengurangi beban terhadap sendi.
  • Gunakan krim atau jel yang tersedia di apotek untuk mengurangi nyeri. Beberapa krim bekerja dengan memberikan sensasi panas atau dingin atau mengandung zat aktif tertentu yang akan diserap melalui kulit dan mengurangi nyeri.

Terapi obat-obatan minum berupa antinflamsi non steroid merupakan penatalaksanaan utama pada OA. Pengobatan ini selain membantu menghilangkan gejala nyeri juga dapat mencegah perburukan yang dapat terjadi. Penyuntikan (injeksi) kortikosteroid pada sendi, seperti yang telah dilakukan terhadap ibunda Ibu, dapat mengurangi nyeri untuk sementara, namun injeksi ini tidak boleh sering diulang karena merupakan dapat menyebabkan destruksi tulang.

Terapi operatif pada pasien OA diindikasikan apabila penatalaksanaan secara konservatif tidak memberikan hasil yang adekuat berupa peningkatan fungsi sendi yang terkena serta adanya kelainan yang progresif. Debridemen (pembersihan) sendi efektif dalam mencegah atau menunda tindakan operatif. Sendi seperti sendi lutut cocok apabila dilakukan debridemen menggunakan alat yang disebut artroskopi.

Artroplasti atau prostatic joint replacement (penggantian sendi) merupakan tindakan pembuangan sendi yang dan membuat sendi palsu yang dapat terbuat dari plastik atau logam. Indikasi utama tindakan ini adalah adanya nyeri, terutama yang disertai deformitas dan instabilitas. Terapi ini memberikan hasil yang baik pada pasien-pasien OA yang berat dan tidak dapat ditangani dengan terapi konservatif.

Pengobatan osteoporosis di fokus kan kepada memperlambat atau menghentikan kehilangan mineral, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengontrol nyeri sesuai dengan penyakitnya. Apakah ibu Anda sudah difoto roentgen untuk lututnya? Harus dilihat lebih dalam melalui foto roentgen tersebut mengenai kondisi lutut ibu Anda.

Apabila memang dapat diatasi dengan obat-obatan dan menambah asupan kalsium, maka observasi adalah terapi pilihan pertama. Apabila sudah terjadi retak atau patah tulang, maka operasi adalah pilihannya. Apabila kerusakan yang terjadi sudah terlalu parah dan tidak bisa diobati dengan obat-obatan, mungkin penggantian tulang lutut melalui operasi adalah jawabannya.

Anda dapat mengakses Rubrik Osteoporosis kami untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai osteoporosis.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar