Sukses

Diabetes, cuci darah?

19 Oct 2014, 10:31 WIB
Wanita, 27 tahun.
Ibu saya menderita diabetes dan pernah menjalani pemasangan 2 kali. Saat ini Ibu saya mengalami gejala-gejala gagal ginjal seperti : sesak napas, lemas, gatal tanpa sebab, kaki bengkak, perut kembung dan hasil lab kreatinin 2.8, albumin urin kuantitatif 4530, hb 8.3. Dokter sudah menganjurkan cuci darah, tapi beliau tidak bersedia dan biayanya sangat besar. Menurut informasi yang saya dapat ada pengobatan alternatif dengan menggunakan teripang dan spirulina http://4.bp.blogspot.com/_S3PXWdq5RIY/SoD6vaqAlhI/AAAAAAAAAWU/_Oe-vcT3XJg/s1600-h/CUCIDARAH+AGUSTUS+09.jpg Bagaimana pendapat dokter mengenai artikel tersebut, apakah dapat dijadikan alternatif? dan adakah efek sampingnya ? Terima Kasih ( perempuan, 27 thn,161 cm,55 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaannya dan mudah-mudahan Anda dan Ibunda selalu dalam keadaan sehat selalu.

Memang saat ini banyak sekali tawaran pengobatan terhadap diabetes yang sudah dengan berbagai komplikasi. Pada prinsipnya kita boleh apriori tetapi juga jangan mudah ditipu begitu saja. Sikap yang pas menurut saya adalah mengkritisi setiap tawaran metode pengobatan.

Sampai saat ini harus jujur dikatakan bahwa di kalangan kedokteran belum menemukan pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit kencing manis 100%, tetapi yang bisa dilakukan adalah mengontrol gula darah dan kencing manisnya dalam batas yang diharapkan, walaupun sebagai makhluk yang beragama kita harus percaya bahwa setiap penyakit selalu ada obatnya. Dengan mengontrol penyakitnya diharapkan pengidap diabetes terhindar dari komplikasi akut (koma diabetes) maupun komplikasi kronis (stroke, penyakit jantung koroner, kebutaan, cuci darah, impotensi, kaki diabetes, dan lain-lain).

Terhadap testimoni yang disampaikan oleh seorang pasien di majalah tersebut tentunya kita juga harus menyikapi dengan kritis. Apakah yang dideritanya adalah suatu gagal ginjal kronik yang harus mendapat terapi pengganti seumur hidup? (salah satunya cuci darah), atau hanya suatu gagal ginjal akut yang tidak memerlukan cucu darah terus-menerus?

Hal lain sudah berapa banyak orang yang memiliki bukti yang sama terhadap teripang dan spirulina, karena kalau hanya pengalaman satu orang belum tentu bisa terjadi pada orang lain. Di dunia kedokteran sebelum suatu metode pengobatan direkomendasikan maka selalu harus melalu fase yang disebut dengan uji klinik yang awalnya menggunakan binatang lalu diujikan pada manusia. Jelas bahwa teripang dan spirulina belum pernah diuji klinik sehingga dokter biasanya bersikap netral terhadap bentuk obat seperti itu. Artinya keputusan mencoba diserahkan sepenuhnya kepada pasien dan keluarga.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

dr. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD
(Redaksi Pengasuh Rubrik Diabetes Klikdokter.com)

    0 Komentar

    Belum ada komentar