Sukses

Kuretase memperlambat kehamilan?

19 Oct 2014, 19:44 WIB
Wanita, 27 tahun.
Pagi dok...saya kuret tgl 24 agust, sampai saat ini saya belum hamil jg. apakah pengaruh kuret memperlambat kehamilan ya dok?awal bln nov saya kontrol kondisi rahim di usg sehat dan tidak ada kista.saya sering nyeri perut bawah sebalah kanan.gejala apa itu?apakah dg usg sudah cukup untuk mengetahui tidak ada kista?apa gejala kista dan bagaimana cara mencegahnya?kemudian saya di beri obat penyubur,apakah obat itu pasti manjur dok?maaf pertanyaan nya terlalu banyak.mohon jawabannya. tx.( perempuan, 27 thn,155 cm,52 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhomat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kuretase memperlambat kehamilan?

Tindakan kuretase atau kuret  seharusnya tidak memiliki pengaruh terhadap kesuburan jika memang dilakukan oleh dokter yang berkompeten. Menurut penelitian, tindakan kuretase atas indikasi keguguran atau pengobatan konservatif dengan misoprostol tidak akan mempengaruhi kesuburan atau fertilitas (Kaplan et al, 1996;Blohm et al, 1997).Lebih lanjut lagi, angka kesuburan dikatakan serupa dengan yang dilaporkan oleh populasi normal. (Speroff et al, 1994). 

Penyebab nyeri perut kanan bawah

Nyeri perut kanan bawah dapat disebabkan oleh gangguan yang terletak di perut bagian kanan bawah, mulai dari kulit, otot, saraf, usus, hingga organ reproduksi perempuan. Dari beberapa organ tersebut, penyebab tersering timbulnya keluhan nyeri perut kanan bawah adalah akibat adanya peradangan pada usus buntu (appendisitis) atau gangguan pada organ reproduksi perempuan. Oleh sebab itu perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Nyeri perut pada appendisitis umumnya disertai keluhan pencernaan dan memiliki tanda yang khas pada pemeriksaan fisis.

Sedangkan nyeri perut kanan bawah yang mengarah pada gangguan kesehatan reproduksi umumnya disebabkan oleh adanya kista ovarium atau kista indung telur. Selama fase menstruasi, ovarium akan menghasilkan telur dari pematangan kantung yang disebut folikel. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau dibilang sebagai kista yang fungsional. Hanya sekitar 4-10% yang mengalami gangguan kista serius seperti PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome).

Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan memang memerlukan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak akan diperlukan terapi apapun.

Kista fungsional dimana umumnya berukuran < 6 cm hanya diobservasi dan di-USG setiap 2 bulan sekali. Cara lainnya adalah menggunakan pil kontrasepsi. Penggunaan pil kontrasepsi bisa mengurangi kemungkinan munculnya kista yang baru.

Terapi yang lain adalah tindakan operasi. Pilihan ini dilakukan apabila ukuran kista Anda besar (>6cm) dan tampak membesar atau tidak mengecil (ukuran tetap) setelah 2-3 siklus menstruasi. Bila ada rasa sakit dan muncul keluhan lain, maka tindakan operasi dapat dilakukan.

Penyebab timbulnya kista ovarium  tidak diketahui pasti. Tidak ada pola makan tertentu yang mempengaruhi tumbuhnya kista ovarium.

Apakah USG menyingkirkan kista?

Pemeriksaan USG memang sangat tergantung dari dokter yang menjadi operatornya. Jika Anda melakukannya dengan dokter yang memiliki kompetensi di bidang tersebut, dapat dikatakan USG dapat menyingkirkan adanya kista pada saat itu. Namun kista fungsional dapat timbul kembali tergantung siklus menstruasi.  Sehingga mungkin saja beberapa saat setelah di USG, kista dapat timbul kembali

Berikut adalah beberapa artikel kami terkait upaya merencanakan kehamilan:

 

Merencanakan Kehamilan

Sepuluh Cara Meningkatkan Kesuburan

Persiapkan Kehamilan dengan Konsumsi Asam Folat

Saran kami sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter keluarga Anda terlebih dahulu untuk menentukan kemungkinan penyebabnya, agar kemudian dokter dapat melakukan rujukan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis bedah sesuai hasil pemeriksaan yang ditemukan.
Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)


Salam,


Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar