Sukses

Obesitas dan sumbatan tuba?

16 Nov 2009, 13:50 WIB
Wanita, 30 tahun.
siang dokter... Dokter, sy pernah baca sisuatu artikel, tentang penyumbatan saluran sel telur..yg ingin saya tanyakan adalah apakan benar ada kaitannya obesitas dengan penyumbatan saluran telur? krn disitu disebutkan bahwa orang yg obesitas rata2 tersumbat saluran sel telurnya..saya blm pernah melakukan HSG krn dokter sy belum suruh. oya dok, siklus haid saya antara 28-30. Terima kasih(perempuan, 30 thn,168 cm,75 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Saluran telur (tuba falopii) merupakan saluran yang menyalurkan sel telur dari kandung telur ke rahim. Selain itu, saluran ini juga merupakan tempat bertemu antara sel telur dengan sel sperma untuk terjadinya pembuahan sehingga sumbatan pada saluran ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada kesuburan (infertilitas). Adapun penyebab terbanyak dari sumbatan saluran tuba adalah infeksi dengan penyebab utamanya adalah penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease-PID) akibat infeksi bakteri tuberkulosis (TBC), infeksi menular seksual seperti gonorrhea, klamidia, dan infeksi bakteri patogen lainnya. Selain itu, adanya riwayat operasi pada organ yang terletak dalam rongga perut juga dapat menyebabkan infertilitas tuba.

Keluhan infertilitas memang umumnya ditemukan pada wanita yang memiliki berat badan berlebih (overweight) atau obesitas, akan tetapi hal ini terjadi bukan akibat sumbatan pada saluran telur, melainkan melalui hubungan kompleks antara mekanisme hormonal tubuh, fungsi kandung telur (ovarium), dan faktor di luar ovarium.

Perlukah melakukan pemeriksaan HSG?

Pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat struktur rahim dan saluran telur. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyemprotkan cairan yang mengandung zat kontras ke dalam rongga rahim melalui vagina, kemudian dilakukan foto roentgen untuk melihat apakah zat tersebut masuk hingga saluran telur atau tidak (ada sumbatan/tidak dan letaknya).

Sebelum menjalani pemeriksaan HSG, terdapat beberapa indikasi yang perlu dipenuhi, antara lain adalah:

  1. Kasus infertilitas primer (belum memiliki keturunan sama sekali setelah 1 tahun menikah dengan frekuensi hubungan seksual 2-3 kali/minggu tanpa penggunaan kontrasepsi) maupun infertilitas sekunder (tidak memiliki keturunan setelah 1 tahun dari keturunan sebelumnya, dengan frekuensi hubungan seksual 2-3 kali/minggu tanpa penggunaan kontrasepsi)
  2. Untuk menentukan apakah IUD masih terdapat dalam rongga rahim
  3. Keguguran sebanyak 3 kali atau lebih yang terjadi secara berturut-turut pada kehamilan trimester ke-2, untuk melihat bentuk dan ukuran rahim
  4. Pada perdarahan vagina yang berjumlah sedikit
  5. Kelainana bawaan rahim atau perlengketan
  6. Kecurigaan tumor pada rongga rahim

Pemeriksaan HSG tidak dianjurkan apabila belum memenuhi salah satu di antara kriteria di atas. Tentunya dokter Anda telah mempertimbangkan indikasi-indikasi di atas sehingga belum menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan HSG. Adapun siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari, sehingga siklus menstruasi Anda saat ini masih dapat dikatakan normal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar