Sukses

Lendir masa kesuburan dan tanda kehamilan

06 Nov 2009, 21:49 WIB
Wanita, 32 tahun.
dua bulan terakhir (september & oktober) setelah datang bulan pada masa subur tidak ada lendir bening yg panjang, padahal biasa-nya ada. Pada haid terakhir 23 oktober kemaren pada hari ke 10 lendir itu ada tapi tidak terlalu banyak dan hanya muncul hari itu saja. Saat ini saya sedang melakukan program kehamilan karena setelah menikah sejak desember 2007 saya belum jg ada tanda2 kehamilan. Ada apa dgn saya ya dokter. Thanks...( perempuan, 32 thn,155 cm,52 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu apakah siklus menstruasi Anda teratur. Pada siklus menstruasi yang tidak teratur, perlu dihitung rata-rata lama siklus menstruasi untuk memperkirakan masa subur. Idealnya, Ibu mengetahui lama siklus menstruasi 6 bulan terakhir. Minimal Ibu memiliki data lama siklus menstruasi 3 bulan terakhir.

Sedikitnya 85% pasutri akan hamil dalam masa 12 bulan menikah.  Yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas

  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

  • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)

Jika setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2 - 3x/minggu) selama 1 tahun tanpa menggunakan kontrasepsi, kehamilan belum juga terjadi berarti sudah memenuhi kriteria infertilitas primer - ada kemungkinan terdapat masalah dalam hal kesuburan. Untuk itu, harus dicari penyebabnya dari pihak ayah dan ibu.

Ibu dapat melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui anatomi alat kandungan, mungkin pemeriksaan HSG (untuk mengetahui sumbatan saluran tuba), dan pemeriksaan hormonal (tergantung kebutuhan). Apakah Ibu sudah berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan melakukan semua pemeriksaan tersebut? Perlu diingat juga bahwa selain Ibu, tentunya suami juga perlu diperiksa. Sekitar 50% infertilitas atau gangguan kesuburan disebabkan oleh pihak pria. Periksakan analisis sperma untuk suami Ibu.

Kami menyarankan Ibu dan suami berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk menangani masalah ini.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

 Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar