Sukses

Jantung berdebar, berkeringat

16 Oct 2014, 14:37 WIB
Wanita, 27 tahun.
Dear Dokter, saya wanita menikah berusia 27 tahun, saya ingin menanyakan: akhir2 ini detak jantung saya berdetak cepat, hal ini saya ketahui pada saat konsultasi ke dokter umum mengenai sakit radang tenggorokan. dan akhir2 ini saya sering sekali berkeringat kecuali di ruangan AC. dan saya pernah konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam mengenai tukak lambung dan saya disarankan u/ endoskopi, tapi saya hanya meminta u/ rawat jalan dengan obat.dan berat badan saya turun sebanyak 7 kg. dokter apakah kira2 penyakit saya ini, apakah gejala abnormal irama jantung atau hyperitoid? terima kasih sebelum nya.( perempuan, 27 thn,155 cm,38 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Salah satu kemungkinan diagnosis dengan gejala jantung berdebar, mudah berkeringat, dan berat badan turun drastis adalah peningkatan hormon tiroid di dalam tubuh atau hipertiroid. Gejala lainnya yang mungkin mengikuti adalah :

  • kecemasan
  • tremor
  • nafsu makan meningkat, terus merasa haus, sering berkemih
  • frekuensi BAB meningkat
  • rambut rontok dan kelemahan
  • mual dan muntah

Penyebab dari gejala ini dapat disebabkan karena penyakit graves atau adenoma toksik tiroid. Peningkatan hormon Free T4 dan T3 merupakan ujung pangkal terjadinya gejala di atas. Untuk mengatasinya terlebih dahulu harus dicari penyebab dari keluhan ini. Apabila memang sudah ditemukan penyebabnya, maka baru dapat diatasi penyebabnya.

Kami sarankan agar Anda berkonsultasi kembali ke dokter spesialis penyakit dalam.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

Kami dapat memahami perasaan Anda terhadap penyakit yang Anda alami. Hipertiroid merupakan manifestasi atau gejala yang timbul akibat kelenjar tiroid yang hiperaktif. Sayang Anda belum menyatakan apa penyebab hipertiroid yang Anda alami. Terdapat beberapa penyebab hipertiroid, yaitu:

  1. Penyakit graves (tersering)

  2. Adenoma toksik

  3. Karsinoma tiroid

  4. Gondok multinodusa toksik

  5. Tiroiditis subakut

  6. Obat (yodium, litium), dsb

Prinsip pengobatan pada pasien hipertiroidisme tergantung dari penyebab hipertiroidisme tersebut, usia pasien, riwayat alamiah perjalanan penyakit, tersedianya terapi atau tidak, risiko pengobatan, dsb. Diperlukan diskusi dan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien agar mendapatkan hasil yang optimal. Kelompok besar pengobatan hipertiroidisme sendiri dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Obat anti tiroid minum (tirostatika)

  2. Operasi (Tiroidektomi)

  3. Penggunaan zat radioaktif (yodium radioaktif)

Kami tunggu data yang lebih lengkap dari Anda agar Kami dapat memberikan saran yang tepat sesuai dengan penyebab hipertiroidisme Anda.

Demikian penjelasan Kami. Semoga dapat dipahami. (SO)

Terimakasih.

    0 Komentar

    Belum ada komentar