Sukses

Hormon seks dan diabetes

12 Nov 2009, 11:17 WIB
Pria, 65 tahun.
Ayah ( 65 Tahun )saya mengidap diabetes sktr 1 tahun lalu, tiba2 diabet nya mencapai 530. Setelah diabet ayah saya ( Maaf..) impotensi ( menurut ibu saya " 55 tahun ). Tapi Ayah saya Selalu memaksa ibu saya ( hampir dgn kekerasan ) Untuk bisa berhubungan, masalah nya ibu saya pun mengidap asam urat dan sudah manopous. Jadi ketika tidur ibu saya selalu takut akan dibunuh kalau tidak bisa memenuhi kemauan ayah saya ( padahal dia sudah tidak bisa lagi ) Pertanyaan nya : Apakah semua penyakit diabetes berakibat seperti itu, dan membuat hormon seks nya bertambah? Apakah ada obat diabet yang bisa meredam perasaan seperti itu? Tolong informasi dan jawabannya...( laki-laki, 65 thn,170 cm,70 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Langkah awal yang paling pertama dibutuhkan secara darurat dalam kasus Anda adalah perlu ditumbuhkan rasa pemahaman keterbatasan kondisi tubuh seiring dengan bertambahnya usia. Tentunya banyak fungsi organ yang menurun ketika tubuh menua.

Memang sejatinya sebuah rumah tangga adalah mencapai kebahagiaan bersama. Namun tidak selamanya kebahagiaan itu datangnya dari kepuasan hubungan seksual semata. Bentuk keikhlasan dalam penerimaan kondisi apa adanya pasangan satu sama lain juga merupakan suatu bentuk berbagi kebahagiaan bersama.

Pada kondisi Ayah Anda, perlu disadarkan kondisi keterbatasan yang ada kepada pasangan hidupnya. Pun sebaliknya, pada kondisi Ibunda Anda, diperlukan pemahaman kondisi kategori kronis diabetes yang ada. Hampir semua penderita diabetes mengalami gangguan seperti ayah Anda.

Dewasa ini segala bentuk usaha kekerasan dalam rumah tangga sudah termasuk pelanggaran pidana. Ini juga perlu diwaspadai. Karena kekerasan merupakan embrio kejahatan kriminal. Suatu tindakan yang tidak terpuji. Pun kami sangat mengerti tantangan yang ada dalam memberikan pemahaman yang kami sampaikan kepada kedua orangtua Anda. Usahakan pembicaraan untuk menyampaikan pendapat dimulai dengan bijaksana. Jika perlu, minta bantuan orang yang memiliki kapasitas dan kekuatan kompetensi terhadap kedua orangtua Anda.

Untuk penderita diabetes diperlukan pemantauan secara penuh. Dari pola makan hingga ke gaya hidup. Pada kunjungan konsultasi ke dokter, mintalah pendapat dari dokter Anda untuk menjelaskan secara lengkap dan benar. Pun pendapat dari dokter terkait sedikit banyak akan dapat membantu, sehingga ibunda Anda tidak perlu menjadi korban.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

Dr. Sukardi, SpKJ(K)

    0 Komentar

    Belum ada komentar