Sukses

Penciuman berkurang setelah trauma

18 Oct 2014, 07:05 WIB
Pria, 27 tahun.
Halo Dokter,3 bulan lalu saya kecelakaan motor dan saya mengalami benturan keras di kepala bagian kanan, hasil CT scan normal namun saya masih merasakan kepala saya pusing jika tidur menghadap bagian kanan kepala saya, sebulan kemudian hidung dan lidah saya mengalami penurunan sensitifitas sehingga saya tidak bisa mengenali sebagian bau yang biasa saya kenal,apakah saya saya derita dok kemudian bagaimana pengobatan apa yang saya harus lakukan (laki-laki, 27 thn,170 cm,75 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami perasaan Anda saat ini. Gangguan penghidu memang dapat terjadi setelah trauma ringan hingga berat pada daerah belakang (oksipital) atau depan kepala (frontal). Penciuman dapat terasa sangat berbeda dengan yang seharusnya, bahkan terkadang dapat tercium bau yang tidak enak secara spontan. Gangguan penghidu ini mungkin dapat sembuh dalam beberapa minggu setelah trauma, akan tetapi gangguan yang menetap setelah 3 bulan memerlukan evaluasi lebih lanjut secara menyeluruh.

Gangguan penghidu dan pengecap yang dialami setelah trauma kepala umumnya dikaitkan dengan kelainan anatomi organ penghidu baik akibat akibat efek langsung maupun tidak langsung dari trauma yang terjadi. Namun pada keadaan ini umumnya ditemukan adanya kelainan pada pemeriksaan MRI. Apakah Anda pernah menjalani pemeriksaan MRI sebelumnya? Berbeda dengan CT-scan, jaringan lunak akan lebih jelas terlihat dengan pemeriksaan CT-scan.

Apabila dari pemeriksaan MRI tidak ditemukan adanya kelainan, yang mungkin terjadi adalah adanya gangguan sekresi hormon dan faktor pertumbuhan lain yang dipicu oleh trauma. Selain itu, penurunan sekresi hormonal tersebut mungkin terkait oleh aksi hormon dan faktor pertumbuhan pada sel punca papil pengecap dan lapisan luar organ penghidu.

Gangguan penghidu dan pengecapan yang disebabkan oleh gangguan sekresi hormon dapat diatasi dengan pemberian terapi hormonal, disertai asupan multivitamin dan mineral yang bermanfaat untuk perlindungan saraf. Akan tetapi harus diketahui penyebab pastinya terlebih dahulu. Untuk memastikannya, kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf sehingga tatalaksana dapat dilakukan secara intensif dan optimal. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar