Sukses

Vaksinasi HPV

29 Oct 2009, 18:51 WIB
Wanita, 18 tahun.
dok . mau tanya kalau sudah melakukan hubungan seks sebelum vaksinasi gimana? dan bagaimana kalau divaksin tanpa pap smear tapi sudah pernah melakukan hubungan seksualitas..? terimaksih dok.sudah mau membaca dan menjawab.( perempuan, 18 thn,166 cm,54 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,


Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Vaksinasi human papiloma virus (HPV) merupakan cara pencegahan infeksi HPV yang merupakan faktor risiko utama penyakit kanker serviks. Karena itu, pencegahan infeksi dengan vaksinasi pun menjadi langkah yang penting dalam pencegahan kanker serviks. Infeksi ini menular lewat hubungan seksual, karena itu seksualitas perempuan pun menjadi salah satu faktor yang penting. Karena itu pula, vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum perempuan tersebut aktif secara seksual.

Sebenarnya ada banyak tipe HPV. Berdasarkan hasil penelitian diklasifikasikan menjadi tiga golongan (risiko tinggi, kemungkinan risiko tinggi, dan risiko rendah). Di antara tiga golongan tersebut, tipe HPV golongan risiko tinggi merupakan faktor penyebab utama kanker serviks, terutama tipe 16 dan 18. Mengacu pada fakta tersebut, dikembangkanlah vaksinasi HPV sebagai tindakan pencegahan primer kanker serviks (bukan terapi). Saat ini hanya terdapat dua jenis vaksin HPV yang beredar di pasaran: bivalent (untuk HPV tipe 16 dan 18) dantetravalent/quadrivalent (untuk HPV tipe 16, 18, 6, dan 11). Vaksin jenis bivalent ditujukan untuk tipe HPV golongan risiko tinggi yang paling sering menyebabkan kanker serviks, sedangkan vaksin tipetetravalent/quadrivalent juga ditujukan untuk tipe HPV 6 dan 11 yang seringkali menyebabkan kutil genital. Dari penelitian yang masih berjalan hingga kini, vaksin bivalent dapat memberikan efek proteksi minimal selama 53 bulan tanpa pemberian booster sedangkan vaksin quadrivalent minimal sekitar 36  bulan.

Sedangkan pap smear dilakukan untuk melihat apakah ada perubahan seluler pada leher rahim yang dapat menjadi awal perkembangan kanker leher rahim. Mengingat hubungan seksual menjadi faktor risiko penyakit ini, pap smear dianjurkan untuk dilakukan 3 tahun setelah pertama kali aktif secara seksual, atau setelah usia 21 tahun.

Jika Anda sudah melakukan hubungan seks sebelum vaksinasi, maka kemungkinan Anda terpapar dengan virus HPV akan lebih tinggi. Akan lebih baik jika Anda melakukan pap smear terlebih dahulu untuk memastikan keadaan kesehatan leher rahim. Jika ditemukan adanya lesi pra kanker dari pap smear, tidak ada gunanya untuk melakukan vaksinasi. Yang harus dilakukan adalah mengobatinya terlebih dahulu, baru setelah diobati dapat melakukan vaksinasi untuk pencegahan selanjutnya. 

Sedangkan jika Anda sudah divaksin tanpa pap smear tapi sudah melakukan hubungan seksual, Anda tetap dapat melakukan pap smear untuk memastikan leher rahim dalam keadaan sehat.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (PI)


Salam,


Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar