Sukses

Keputihan saat hamil

28 Oct 2009, 16:26 WIB
Wanita, 28 tahun.
Pagi dok, saya sekarang sedang mengandung 37 minggu, sejak 2 minggu yang lalu saya mengalami keputihan, berwarna putih kekuningan, sedikit berbau dan gatal pada vagina. Saya menggunakan panty liner agar tidak lembb. Apakah keputihan saya ini akan menginfeksi bayi saya saat melahirkan nanti?apakah berbahaya? beberapa bulan yang lalu saya dijuga dideteksi memilki tumor kecil-kecil di payudara kanan dan kiri, dokter belum bisa memastikan apakah itu jinak atau ganas, saya hanya diberi obat penghilang rasa sakit. Saat nyeri hilang saya tidak mengkonsumsinya lagi selain itu karena kehamilan saya pun tidak meminum obat itu lagi, dan sepanjang hamil saya tidak mengalami keluhan pada payudara saya. Apa yang harus saya lakukan Dok?( perempuan, 28 thn,147 cm,47 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Keputihan atau dalam bahasa medis disebut fluor albus, adalah cairan (bukan darah) yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Dengan demikian jelas, bahwa keluarnya cairan dari vagina merupakan hal yang wajar ditemukan saat hamil. Selama kehamilan terjadi peningkatan produksi dan volume cairan vagina akibat perubahan siklus hormonal di dalam tubuh ibu hamil. Selama cairan vagina tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, Ibu menyebutkan ciri-ciri keputihan yang mungkin merupakan pertanda adanya suatu infeksi dalam vagina. Infeksi dapat menyebar ke dalam rahim, terutama jika saat masih infeksi, Ibu melakukan hubungan intim. Hubungan intim dapat menyebabkan penyebab infeksi terdorong ke atas, mendekati rahim.

Karena itu, kami menyarankan saat ini Ibu tidak melakukan hubungan intim dulu dan berkonsultasi langsung ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan. Mengenai keluhan pada payudara, sebaiknya Ibu berkonsultasi kembali dengan dokter yang menangani Ibu walaupun keluhan menghilang agar dapat dilakukan evaluasi ulang.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terima kasih.

 

(Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar