Sukses

Keputihan, gangguan siklus menstruasi

24 Oct 2009, 12:13 WIB
Wanita, 25 tahun.
dokter,2 bulan lalu sy mengalami keputihan berupa gumpalan2 kadang berwarna kehijauan dan berbau.kemudian saya coba basuh menggunakan iodine untuk vagina.keputihan sy berkurang,namun saat ini gumpalan itu mulai muncul lg tp tidak berbau.bln lalu sy haid tgl 9 sept kemudian tgl 26 keluar lg flek coklat seperti sisa haid.hingga saat ini (23/10) sy masih belum mendapat haid lg.sy coba tes pack hingga dua kali hasilnya negatif.apakah saya hamil?apakah keputihan berdampak pada siklus menstruasi saya?terima kasih dok.( perempuan, 25 thn,165 cm,55 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah).  Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Keputihan tidak berdampak pada siklus menstruasi namun keputihan dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormonal, aktivitas, dan emosi. Pada saat seseorang beraktivitas berat atau dalam kondisi penuh tekanan (stress) maka siklus menstruasi dapat terganggu.

Pada wanita usia reproduksi yang aktif secara seksual, keterlambatan menstruasi dicurigai penyebabnya adalah kehamilan sampai terbukti tidak. Apabila memang Anda tidak hamil, maka kemungkinan Anda saat ini mengalami oligomenorea atau siklus menstruasi melebihi 35 hari yang umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Stres psikologis
  • Sindroma polikistik ovarii, gangguan indung telur
  • Aktivitas berlebihan seperti atlet
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid

 

Apabila hal ini berlanjut kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

    0 Komentar

    Belum ada komentar