Sukses

Cara menghitung masa subur

20 Oct 2014, 09:43 WIB
Wanita, 29 tahun.
selamat pagi dokter, saya seorang ibu rumah tangga dengan 1 putra. saya dan suami sudah merencanakan untuk menambah momongan lagi. haid saya tidak teratur bulan agustus saya menstruasi tgl 8, bulan septmbr saya menstruasi tgl 6, dan bulan oktober ini saya menstruasi tgl 20 (sempat telat 2 minggu) tetapi setiap saya sudah terlambat datang haidnya(terlambatnya ada yang 2 mgg, ada yang 2 mggu lebih) pasti gagal lagi untuk mempunyai momongan. waktu itu juga sempat telat 2 minggu lebih saya tes di bidan dengan alat tes kehamilan yang tetes ternyata negatif tapi ketika sampai dirumah saya lihat lagi alat tes kehamilan tersebut ternyata ada 2 garis yang nyata, tetapi selang 2 hari saya malah menstruasi sampai sakit kepala dan mual-mual. yang ingin saya tanyakan: 1. apakah kandungan saya ini termasuk kandungan yang lemah? 2. bagaimana supaya saya bisa memperoleh momongan lagi? 3. apakah ada obatnya untuk masalah yang saya hadapi ini dok? 4. bagaimana cara menghitung tingkat kesuburan jika haidnya tidak teratur? saya sudah lama tidak memakai alat kontrasepsi sekitar 4 tahun, jadi suami saya yang memakai alat. sejauh ini saya belum periksa ke dokter kandungan, saya takut. terima kasih atas saran dan nasehat dokter.( perempuan, 29 thn,165 cm,72 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/ Saudari yang Terhormat,


Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami keinginan Anda yang besar untuk memiliki anak kembali. Untuk itu kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

1. Apakah kandungan saya termasuk kendungan lemah?

Dalam bahasa medis maupun buku-buku ajar atau literatur kedokteran tidak ada istilah yang menyebutkan tentang kandungan  lemah.  

2. Bagaimanakah caranya untuk mendapat momongan kembali?

Pada keadaan Anda, dimana terjadi siklus haid yang tidak teratur, umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal. Penyebab gangguan keseimbangan hormon tersebut antara lain stress psikologis, sindrom ovarium polikistik, penyakit kronik, tumor yang memproduksi hormon estrogen, nutrisi kurang, gangguan pola makan (anoreksia nervosa, bulimia), dan diit ketat dengan aktivitas fisik yang berlebih.

Jika setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2 - 3x/minggu) selama 1 tahun tanpa menggunakan kontrasepsi, kehamilan belum juga terjadi semenjak melahirkan anak sebelumnya berarti sudah memenuhi kriteria infertilitas sekunder. Jika memang ada infertilitas sekunder, perlu dicari penyebabnya baik dari pihak ayah maupun ibu.

Pihak ibu dapat melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui anatomi alat kandungan, mungkin pemeriksaan HSG (untuk mengetahui sumbatan saluran tuba), dan pemeriksaan hormonal (tergantung kebutuhan). Suami Ibu dapat melakukan pemeriksaan analisis sperma (kualitas dan kuantitas).

Namun Anda menyebutkan bahwa sudah 4 tahun tidak menggunakan kontrasepsi, yang menggunakan hanya suami. Jika Anda menginginkan kehamilan kembali, sebaiknya suami Anda tidak menggunakan kontrasepsi sama sekali. 

3. Apakah ada pengobatan untuk masalah ini?

Apabila ada kelainan yang ditemukan maka terapi yang diberikan sesuai dengan penyebab gangguan kesuburan tersebut. Ikuti pola hidup sehat, berhubungan intim teratur, dan banyaklah berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

4. Bagaimana menghitung tingkat kesuburan jika haidnya tidak teratur?

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ada beberapa kata yang harus dikonfirmasi. Tingkat kesuburan adalah kemampuan seorang wanita untuk dapat hamil dan melahirkan anak hidup dari pria yang menghamilinya. Sedangkan masa subur adalah waktu dalam siklus menstruasi seorang wanita dimana sel telur sudah matang dan siap untuk dibuahi, dan jika sel telur tersebut bertemu dengan sperma maka kemungkinan untuk terjadi kehamilan semakin tinggi.

Tingkat kesuburan tidak hanya dipengaruhi oleh siklus haid yang tidak teratur, namun terdapat faktor lain seperti usia ataupun kesehatan organ reproduksi yang berperan. Sedangkan masa subur dapat dengan jelas diketahui jika memiliki siklus haid yang teratur. Masa subur disebut juga dengan masa ovulasi.

Perhitungan masa subur adalah 14 hari +/- 2 hari sebelum Hari Pertama Haid Berikutnya. Anda dapat menyertakan siklus menstruasi Anda (6 siklus terakhir atau paling tidak 3 siklus terakhir) agar dapat dilakukan perhitungan rata-rata masa subur. Data yang Anda berikan sebaiknya ditambahkan dengan awal haid pada bulan Juli. Dengan begitu didapat 3 siklus terakhir, awal haid Juli-awal haid Agustus, awal haid Agustus-awal haid September, dan awal haid September-Oktober.

Namun, perhitungan masa subur hanya dapat efektif atau akurat apabila siklus menstruasi seorang wanita tergolong normal (21-35 hari, @3-7 hari, @20-60 ml). Apabila siklus menstruasi tidak berlangsung teratur, maka perhitungan masa subur ini tidak akan akurat.

Siklus menstruasi normal umumnya berkisar antara 21-35 hari. Antara hari ke-12 hingga hari ke-14 terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (ovulasi) akibat peningkatan tajam kadar hormon lutein (luteinizing hormone/LH) dalam darah, disebut LH surge (baca Fisiologi Menstruasi). Dengan demikian, masa ovulasi sebenarnya dapat diprediksi dengan mendeteksi kadar LH, yaitu ada/tidaknya LH surge saat pemeriksaan dilakukan. 

Saat ini, alat untuk mendeteksi ovulasi telah beredar luas dan dapat Anda peroleh di apotek-apotek terdekat. Bentuknya  adalah sama dengan alat yang digunakan untuk mendeteksi kehamilan, yaitu menggunakan strip. Perbedaannya terletak pada waktu pengambilan sampel urin. Tidak seperti pemeriksaan kehamilan, urin yang diambil pagi hari bukanlah urin yang terbaik untuk pemeriksaan LHsurge, mengingat LH baru mulai disintesis pagi hari dan baru akan timbul di urin saat siang atau sore hari.

 

Selain itu, perbedaan juga terdapat pada cara pembacaan hasil pemeriksaan. Pada pemeriksaan kehamilan, setiap garis yang timbul meski terlihat samar dapat dibaca sebagai hasil positif (hamil). Sedangkan pada pemeriksaan masa ovulasi, hasil positif (ovulasi) baru didapatkan apabila timbul garis yang paling tidak sama atau lebih hitam dibandingkan garis kontrol.

 

Selain menggunakan alat tersebut, masa ovulasi juga dapat diketahui dengan mengukur suhu basal tubuh. Suhu basal seorang perempuan yang sedang mengalami ovulasi pada awalnya akan menurun, kemudian meningkat dan menetap pada suhu 37 derajat Celcius hingga siklus menstruasi berikutnya. Cara lain adalah dengan melihat getah serviks (leher rahim). Saat ovulasi, produksi lendir cenderung meningkat dan lebih kental untuk memudahkan jalannya sperma menuju sel telur.

Saran kami, sebaiknya suami dan Anda melepaskan segala jenis kontrasepsi terlebih dahulu dan terapkan pola makan yang teratur. Anda dapat mengunjungi halaman pada website kami, klik  Merencanakan kehamilan

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (PI)

 

Salam,

 

Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar