Sukses

Janin tidak berkembang

19 Oct 2014, 07:33 WIB
Wanita, 26 tahun.
Dok tgl 7 okt 09 sy d kuret krna d nyatakan janin tdk berkembang/BO,saat itu usia janin hmpir 4 bln dan ini khamilan sy yg k 2,dan khamilan yg prtama pun mngalami kguguran saat memasuki minggu ke 2,yg sy tanyakan..1.apa sebab janin tdk brkembang,pdhl saat usia janin 11 mnggu panjangnya normal dok?.. 2.pd tgl 16 okt,9 hr stlh kuret sy mengeluarkn darah yg agak bnyk dan perut trasa mules melilit dok dan sy d beri suntikan jg obat ranitidin,prohelic,tranexamic acid,methylercometrine,spasmium,ini obat buat apa y dok?..dan sampe skrng tgl 19 sy msh mngeluarkn darah tp gak bgtu bnyk dok.. 3. Sampai kpnkah darah ini akan berhenti y dok?..o y dok,saat d usg pun rahim sy sdh bersih,.itu darah apa y dok?berbahayakah kalau kluar trs pdhl sdh 2 mnggu stlh kuret?..sy memiliki siklus haid yg normal dok 28 hr,dan biasanya se sktr tgl 23(klo ga maju mundur kr2 2 hr).Mohon saran dari dokter..terima kasih dok (perempuan, 26 thn,150 cm,47 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami perasaan Anda saat ini. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai perbedaan makna dari istilah janin tidak berkembang dan blighted ovum (BO).

Hamil Blighted Ovum disebut juga hamil kosong, yaitu kehamilan di mana kantong kehamilan tumbuh tanpa disertai pertumbuhan janin, sehingga hanya kantong kehamilannya yang tumbuh. Blighted ovum dapat disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak sempurna atau kualitas sel telur dan/atau sel sperma yang tidak bagus. Tubuh Ibu akan mengenali kromosom abnormal yang tumbuh dan secara alami akan berusaha untuk menghentikan kehamilan karena janin tidak akan tumbuh menjadi bayi yang normal dan sehat. Meski tidak dapat dicegah, blighted ovum umumnya hanya akan terjadi satu kali pada ibu hamil.

Sedangkan janin yang tidak berkembang atau biasa disebut dengan pertumbuhan janin terhambat adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana berat badan bayi tidak sesuai dengan masa kehamilan. Kondisi ini dapat ditemukan baik pada kehamilan cukup bulan maupun prematur. Tampaknya mengingat janin dalam kandungan Anda masih dapat terlihat normal saat usia kehamilan 11 minggu, maka istilah yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi kehamilan Anda saat itu adalah pertumbuhan janin terhambat.

Pertumbuhan janin terhambat (PJT) dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu:

  1. Penyebab ibu

  1. Fisik ibu yang kecil dan kenaikan berat badan yang tidak adekuat

Faktor keturunan dari ibu dapat mempengaruhi berat badan janin. Kenaikan berat  tidak adekuat selama kehamilan dapat menyebabkan PJT. Kenaikan berat badan ibu selama kehamilan sebaiknya 9-16 kg. apabila wanita dengan berat badan kurang harus ditingkatkan sampai berat badan ideal ditambah dengan 10-12 kg

  1. Penyakit ibu kronik

Kondisi ibu yang memiliki hipertensi kronik, penyakit jantung sianotik, diabetes, serta penyakit vaskular kolagen dapat menyebabkan PJT. Semua penyakit ini dapat menyebabkan pre-eklampsia yang dapat membawa ke PJT

  1. Kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, dan narkotik

  1. Penyebab janin

a.       Infeksi selama kehamilan

Infeksi bakteri, virus, protozoa dapat menyebabkan PJT. Rubela dan cytomegalovirus (CMV) adalah infeksi yang sering menyebabkan PJT

b.      Kelainan bawaan dan kelainan kromosom

Kelaianan kromosom seperti trisomi atau triploidi dan kelainan jantung bawaan yang berat sering berkaitan dengan PJT. Trisomi 18 berkaitan dengan PJT simetris serta polihidramnion (cairan ketuban berlebih). Trisomi 13 dan sindroma Turner juga berkaitan dengan PJT

c.       Pajanan teratogen (zat yang berbahaya bagi pertumbuhan janin)

Berbagai macam zat yang bersifat teratogen seperti obat anti kejang, rokok, narkotik, dan alkohol dapat menyebabkan PJT

  1. Penyebab plasenta (ari-ari)

a.       Kelainan plasenta sehingga menyebabkan plasenta tidak dapat menyediakan nutrisi yang baik bagi janin seperti, abruptio plasenta, infark plasenta (kematian sel pada plasenta), korioangioma, dan plasenta previa

b.      Kehamilan kembar

c.       Twin-to-twin transfusion syndrome

Apabila tidak ditangani secara adekuat, PJT dapat berujung pada kematian janin yang umumnya tampak sebagai keguguran. Keguguran yang parsial masih menyisakan jaringan di dalam rahim sehingga memerlukan tindakan kuretase. Perdarahan dari vagina dapat terjadi setelah kuretase hingga beberapa hari. Obat-obatan yang diberikan oleh dokter Anda dapat membantu Anda mengurangi nyeri, menghentikan perdarahan, dan mempercepat pengeluaran sisa jaringan. Anda mengatakan bahwa saat ini perdarahan yang keluar dari vagina Anda sudah lebih sedikit dari sebelumnya. Anda tidak perlu khawatir, perdarahan ini akan semakin sedikit hingga hilang sama sekali dalam beberapa hari ke depan. Diskusikan hal ini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda kembali untuk memantau perkembangan pengobatan yang diberikan. 

Adapun beberapa tips yang dapat Anda dan suami lakukan untuk persiapan kehamilan berikutnya adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan untuk:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas

  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio. Adapun bahan makan sumber asam folat adalah sayur-sayuran berdaun hijau, sereal, buah-buahan seperti jeruk, anggur, dsb.

  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)

Akan tetapi Anda sebaiknya menunda kehamilan hingga 2-3 siklus menstruasi untuk penyembuhan rahim.  Sementara itu, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab hambatan pada pertumbuhan janin Anda pada kehamilan ini. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda juga mengadakan kunjungan konsultasi langsung ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang khusus menangani masalah fertilitas dan endokrinologi reproduksi untuk tatalaksana lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai persiapan kehamilan dapat Anda baca dengan mengakses beberapa artikel kami berikut ini:

Merencanakan Kehamilan

Sepuluh Cara Meningkatkan Kesuburan

Persiapkan Kehamilan dengan Konsumsi Asam Folat

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar