Sukses

Kematian mudigah (embrio)

29 Oct 2009, 13:58 WIB
Wanita, 27 tahun.
Sore dokter, Saya pernah mengalami keguguran anak pertama bulan Mei 2009 pada usia kandungan 3 bulan, janin saya tiba2 hilang detak jantungnya, padahal sebelumnya tidak ada keluhan sama sekali, tidak pernah mual, sakit perut atau flek, pada saat konsultasi kedokter kandungan saya janin dinyatakan meninggal, akhirnya saya dikuret. Test lab saya menunjukkan bahwa saya tidak ada masalah toxo, rubella ataupun hepatitis, hanya saja dikatakan oleh dokter kalo posisi rahim saya terbalik. Namun, setelah dikuret saya iseng kedokter lain dan dokter tersebut mengatakan bahwa posisi rahim saya norma, apakah ada kemungkinan paska kuret posisi rahim bisa berubah sendiri? Setelah proses itu siklus mens saya menjadi lebih cepat (yg biasanya 28hari menjadi 26hari) dengan masa mens yg lebih lama (yg biasanya 7hari bersih menjadi 10hari). Saat ini saya sedang program untuk punya bayi, sekarang saya sudah telat 6 hari (seharusnya saya mens sekitar tgl 11 okt 2009) tapi pada saat saya test pack hasilnya negatif, hari ini (16 okt 2009) karena kegiatan yg banyak pada saat pulang saya menemukan flek coklat dicelana, apakah itu darah mens atau yang lainny? Dokter bagaimana caranya agar saya bisa cepat hamil, apakah ada vitamin atau makanan tertentu yg perlu saya minum? mengingat saya sudah menikah semenjak Juni 2008 dan usia saya sudah 27 tahun?mohon saran dan masukannya terima kasih banyak. ( perempuan, 27 thn,158 cm,52 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Anda sudah pernah hamil namun mengalami kematian mudigah (embrio) pada kehamilan 3 bulan, artinya Anda cukup subur tetapi terdapat masalah perkembangan kehamilan.

Ada baiknya Anda berkonsultasi langsung dengan ahli penyakit dalam khusus darah (ahli hematologi) untuk mencari kemungkinan adanya masalah dengan sirkulasi darah sehingga menyebabkan suplai darah ke janin tidak baik yang dapat mengakibatkan kematian janin atau keguguran.

Kalau ada masalah di darah tentu harus dikoreksi dulu sebelum hamil lagi. Memang sebagian kasus keguguran tidak ditemukan sebab yang pasti. Untuk hamil lagi, Anda harus sabar untuk terus mencoba karena untuk hamil memerlukan waktu setidaknya setahun.

Jikalau siklus haid tidak teratur, maka sebaiknya pertumbuhan sel telur harus dirangsang dengna obat-obat hormon, bisa diulang selama 6 bulan. Namun jika tetap tidak terjadi kehamilan, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan HSG untuk menilai rongga rahim dan saluran telur, mungkin terjadi masalah setelah tindakan kuretase.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

dr. Indra N. C. Anwar, SpOG
(Redaksi Pengasuh Rubrik Kebidangan & Kandungan Klikdokter.com)

    0 Komentar

    Belum ada komentar