Sukses

Nyeri perut dan kembung

18 Oct 2009, 18:47 WIB
Pria, 31 tahun.
dok...2 mgg yg lalu sy cek lab..asam urat 7.1,trigliserida 259,kolesterol total 198,SGOT,SGPT diatas normal cm sy lupa angka pastinya (antara 39 dan 59 ato sebaliknya),bilirubin indirect jg diatas normal.pada pemeriksaan urine ditemukan leukosit dan eritrosit 1 - 2 serta sel epitel...dokter internis blg sy perlemakan hati,dan diberi obat 5 mcm..yg sy ingat omeprazole,vitazym,stomagel,fibramed kl gak slh ktnya u/nurunin trigliserida..smp obat hbs tdk ada perubahan.sy berobat lg k dokter umum diagnosanya maag dan radang usus.obatnya puyer (gak tau isinya apa aja),muctosa,lazopranzole,tripanzym,satu lg sy lupa.keluhan sy,badan lemas,kepala kdg pusing,perut sebelah kanan sakit,sering urinasi dan agak sakit,sering BAB tp sedikit2 & berlendir,perut kembung,dada kiri kdg agak nyeri,mual tp tdk bisa muntah,tdk nafsu makan.berat badan sy sudah turun 4kg dok,dr 58 kg menjadi 54 kg.sebenarnya sy sakit apa dan apa yg hrs sy lakukan...trimakasih ats jawabannya. dwie..( laki-laki, 31 thn,170 cm,55 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Berdasarkan data laboratorium yang Anda berikan, memang terlihat adanya hipertrigliserida yang dapat berujung menjadi perlemakan hati dan menyebabkan peningkatan dari nilai SGOT dan SGPT Anda. Untuk pemeriksaan urin tergantung dari banyaknya epitel yang ada.

Keluhan yang Anda berikan menggambarkan adanya gangguan di saluran pencernaan. Tidak terlalu spesifik untuk menunjukkan suatu penyakit tertentu. Harus dilakukan pemeriksaan fisik dan anamnesis atau wawancara riwayat penyakit lebih dalam lagi, seperti sejak kapan keluhan ini Anda rasakan, pola makan Anda, kebiasaan Anda (merokok, kopi, alkohol), apakah nyeri perut dan kembung berhubungan dengan makanan, berapa kali Anda BAB dalam sehari, apakah BAB Anda berwarna hitam, dan beberapa pertanyaan lagi untuk lebih menyempitkan diagnosis atau penyebab dari keluhan Anda.

Apabila Anda memang tidak mengalami perubahan atau keluhan Anda tidak berkurang setelah berobat ke dokter internist (dokter pertama kali), maka kontrol kembali ke dokter tersebut agar dapat diambil tindakan lebih lanjut, mungkin dengan tambahan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis.

Obat yang diberikan baik dari internis maupun dari dokter umum memang merupakan indikasi untuk gangguan pencernaan. Apabila dengan obat tersebut belum ada perbaikan, maka mungkin dapat dicurigai terjadi perlukaan di pencernaan Anda atau gangguan ini melibatkan infeksi bakteri sehingga harus diberi antibiotik. Kami sarankan untuk berkonsultasi kembali secara langsung ke dokter Anda.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

    0 Komentar

    Belum ada komentar