Sukses

Campak setelah imunisasi ?

20 Oct 2014, 08:32 WIB
Wanita, 24 tahun.
anak saya berusia 7 bulan,belakangan ini pupnya berwarna kehijauan,dan agak lunak atau sedikit cair.sehari bisa 2-5 kali.yg ingin saya tanyakan. 1. apa penyebabnya dan bahayakah bagi kesehatan anak saya. 2. di usia berapakah bayi mulai menggunakan baby walker, 3. apa benar pda saat setelah imunisasi campak, penyakit campak itu sendiri harus keluar. atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.( perempuan, 24 thn,17 cm,65 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan Klikdokter.

1. Penyebab warna Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami akan memaparkan sedikit informasi yang berhubungan tentang warna tinja anak.

Warna tinja anak yang berwarna hijau dapat tergolong normal, namun tidak boleh terjadi terus menerus. Jika berlanjut, artinya cara ibu memberikan ASI belum benar. Pada anak yang diberikan ASI eksklusif, feses yang keluar akan didominasi warna kuning/golden feces, dan warna tersebut normal. Feses umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair.

Dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilk) dan ASI belakang(hindmilk). Saat bayi menyusu, ia akan selalu menghisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung banyak lemak. Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu.

Jika bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik).Maka dari itu perhatikan cara pemberian yang benar: susui bayi dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis, baru pindah ke payudara berikutnya.

Frekuensi BAB setiap bayi berbeda-beda, namun tidak masalah asalkan masih mau minum dan petumbuhannya bagus. Selalu perhatikan apakah sikap bayi rewel ataukah pertumbuhannya terhambat (dilihat dari berat badan yang tidak naik atau bahkan turun).

Tinja bayi Anda tergolong normal, namun selalu perhatikan pertumbuhannya. Usia bayi Anda saat ini 7 bulan, dan sebaiknya Anda sudah mulai menambahkan makanan pendamping ASI (MPASI). Untuk mengetahui jenis MPASI sesuai dengan usia, Anda dapat mengakses situs kami di Rubrik Kebidanan dan Kandungan, lalu klik Makanan Balita.

2. Pada usia berapakah, bayi mulai menggunakan baby walker?

Baby walker adalah alat yang dapat digunakan oleh bayi yang belum bisa berjalan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Umumnya baby walker dibuat dengan bahan plastik keras yang berdiri di atas roda dan memiliki 2 lubang untuk tempat memasukkan kaki. Alat ini digunakan untuk anak berusia 4 - 16 bulan.

Banyak orangtua yang percaya bahwa baby walker dapat membuat anak berjalan lebih cepat. Namun berdasarkan beberapa penelitian, diambil kesimpulan bahwa hal ini tidak benar karena justru memperlambat perkembangan normal motorik dan perkembangan mental. Penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics menyimpulkan bahwa penggunaan baby walker dapat menyebabkan kecelakaan (jatuh dari tangga, cedera kepala) bahkan kematian. American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan pelarangan produksi baby walker. Namun di Indonesia, baby walker masih banyak ditemukan di pasaran.

Penelitian lain menunjukkan bahwa bayi berusia 6 - 15 bulan yang diberikan walker akan menunjukkan bayi tersebut lebih sering duduk , merangkak, dan berjalan lebih lambat dibandingkan mereka yang tidak menggunakan walker, bayi dengan walker juga mencetak angka lebih rendah pada  Bayley scales of mental and motor development  (http://en.wikipedia.org/wiki/Bayley_Scales_of_Infant_Development). Jadi memang berdasarkan penelitian yang dilakukan, baby walker lebih banyak bahayanya dan tidak terbukti jelas kegunaannya di dalam membantu bayi untuk lebih cepat berjalan.

Bayi akan mengalami perkembangan motorik kasar mulai dari duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari. Menurut Skor Denver II, anak mulai belajar berdiri dan melangkah pada usia 8-9 bulan. Banyaklah berlatih secara alami dengan memegang anak berdiri dan 'titah' agar anak lebih cepat berjalan.

3. Apakah benar setelah imunisasi campak, penyakit campak tersebut harus keluar?

Imunisasi campak adalah cara untuk memberikan kekebalan tubuh dengan cara menyuntikkan antigen (partikel virus) sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen serupa, tidak terjadi penyakit.Untuk mengetahui lebih lengkap tentang penyakit campak, Anda dapat mengakses situs kami, klik Campak. Namun bila sesaat setelah imunisasi penyakit campak justru timbul, berarti sudah terpapar jauh sebelum imunisasi. Kemungkinan terkena juga semakin meningkat, jika dalam 2 minggu terakhir malakukan aktivitas kontak dengan penderita campak.

Demikian informasi kami berikan. Semoga bermanfaat. (PI)

Salam,


Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar