Sukses

Gangguan Sendi Rahang
19 Oct 2014, 00:05 WIB
Wanita, 26 tahun.
Selamat siang Dokter, Saya baru saja membaca artikel Gangguan Sendi Rahang, dan saya merasa saat ini sedang mengalaminya. Diawali dengan 3 bulan yang lalu saya menderita tinnitus, tiba-tiba telinga kiri saya berdengung, dan mengalami pusing yang begitu hebat spt migren. Pada hari itu setelah saya ingat memang gigi geraham kiri saya berlubang, dan ada sedikit makanan yang menyelip, kemudian saya mencoba mengeluarkannya dgn mendorong gigi tersebut dgn lidah (sbg catatan hal ini sering sekali saya lakukan). Kemudian saya mencoba ke berbagai dokter THT, namun mereka tidak ada satupun yang bisa memberikan solusi, karena mereka tidak melihat infeksi apa2 pada telinga kiri saya. Kemudian saya mencoba ke dokter syaraf atas anjuran seorang dokter THT. Saya menjalani MRI kepala, dan hasilnya bagus, tidak ditemukan tanda2. Namun dokter syaraf tersebut lebih melihat ke arah alergi saya, karena pada leher saya terasa banyak sekali riak, tapi tidak bisa dikeluarkan. Saat ini pun saya masih mengkonsumsi obat2an yang diberikan. Syukurlah tinnitusnya sudah lama sekali hilang, namun sampai sekarang saya merasa pendengaran telinga kiri saya belum normal (meskipun ada perbaikan). Dan ketika saya mengunyah makanan, berasa tambah budek. Meskipun lama2 akan kembali normal setelah saya menelan ludah berkali2. Dan rasa budeknya pun berubah2, jika di ruangan spt mall berasa sekali. Dan memang sebelum tinnitus itu terjadi, bahu & leher saya terasa pegal hampir2 leher tidak bisa menoleh ke kiri. Sendi telingapun terasa berbunyi. Yang ingin saya tanyakan apakah gangguan sendi rahang spt yang saya alami ini bisa sembuh total? Dan apakah jika saya naik pesawat akan mengganggu tuba eustachiusnya, sehingga akan mengakibatkan nyeri pada telinga saya? Terima Kasih. ( perempuan, 26 thn,164 cm,46 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Sdri. Yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Tinnitus atau telinga berdengung mempunyai hubungan yang cukup erat dengan kelainan sendi rahang (TMJ/Temporomandibular Joint). Aktivitas yang berlebihan pada rahang dapat membuat liang telinga menjadi sensitif.

Pada telinga kita terdapat dua otot penting, yang bila terdapat aktivitas berlebihan pada kedua otot tersebut maka dapat memicu telinga berdengung misalnya pada saat otot penutup rahang mengalami ketegangan.

Hal ini dikarenakan otot pengunyahan dan otot telinga tersebut dipersyarafi oleh nervus trigeminal yang sama. Oleh karena itu biasanya tinnitus terjadi secara bersamaan dengan keluhan lain meski dapat juga berdiri sendiri. Keluhan tersebut yang paling lazim diantaranya:

  1. Sakit kepala, leher, dan punggung
  2. Pusing atau vertigo, atau migrain
  3. Sakit telinga
  4. Gangguan pendengaran
  5. Gangguan penglihatan
  6. Rasa sakit pada sinus
  7. Bunyi pada sendi rahang

Coba Anda ingat-ingat apakah Anda memiliki kebiasaan buruk seperti mengerat gigi pada saat tidur malam, atau terbiasa makan/mengunyah satu sisi, atau ada tambalan yang perlu diperbaiki atau membuat kontak antara gigi atas dan bawah Anda pada satu titik tertentu lebih berat daripada daerah lainnya.  

Kondisi tersebut dapat membuat otot pengunyahan dan sendi rahang bekerja lebih berat sehingga dalam jangka waktu lama dapat mengarah kepada kelainan sendi rahang.

Tinnitus dapat merupakan gejala dari penyakit telinga yang serius, namun mengingat Anda sudah berobat ke dokter THT dan dokter syaraf tanpa ditemukan kelainan apapun, maka ada kemungkinan penyebabnya memang berasal dari kelainan sendi rahang. Anda juga menyatakan pada saat mengunyah dengungnya semakin terasa.

Saya sarankan Anda berkonsultasi ke dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis prosthodonti yang cukup mendalami masalah sendi rahang (TMJ), sehingga dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada kondisi gigi geligi Anda serta sendi rahang.

Bila ternyata ada kelainan pada gigi geligi yang menyebabkan tegangnya otot-otot pengunyahan dan sendi rahang maka kelainan tersebut dapat cepat diperbaiki. Keluhan tinnitus dan gejala yang menyertainya dapat betul-betul hilang jika penyebabnya memang dari gigi geligi dan gigi penyebab sudah dirawat dengan benar.

Demikian informasi yang dapat Saya sampaikan, semoga dapat membantu Anda.

 

Drg. Martha Mozartha

Pengasuh Rubrik Kesehatan Gigi dan Mulut Klikdokter.com

    0 Komentar

    Belum ada komentar