Sukses

Terlambat menstruasi, hamil?

17 Sep 2009, 14:58 WIB
Wanita, 25 tahun.
Dear Klik Dokter, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas balasan konsultasinya beberapa waktu yang lalu.Saat ini saya sudah terlambat haid 11 hari ( HPHT tanggal 11 agustus, siklus haid 26 hari). Namun pada hari ke 5 terlambat haid hasil test pack negatif dan setelah konsul ke obgyn lalu diusg transvaginal dinyatakan ada penebalan dirahim.kata dokter ada dua kemungkinan; hamil atau mau haid. Lalu tadi pagi (hari ke 11) saya coba test pack hasilnya kembali negatif, 3 jam sebelum saya test saya BAK. Pertanyaan saya: 1. Apakah dengan adanya hasil USG tersebut, apakah ada kemungkinan hamil? karena oleh dokter saya diberikan vitamin E dan hormon progesteron (cygest) dan disaran tidak melakukan hubungan intin selama 2 minggu . Menurut dokter hal ini supaya bisa terjadi kehamilan. 2. Apakah cara saya melakukan test kehamilan dengan test pack tersebut kurang tepat sehingga hasilnya negatif? 3. Kira-kira pada usia kehamilan berapa minggu, kehamilan sudah dapat dilihat melalui USG Transvaginal? lalu bagaimana bentuknya? karena setelah saya baca di kalender kehamilan , pertanyaan ini belum terjawab. 4. Semenjak terlambat haid, keputihan saya agak banyak namun masih normal, dokter jg menginfokan keputihan tersebut aman. Kenapa keputihan tersebut keluar saat saya melakukan aktifitas yang agak banyak dan naik motor dalam jarak yang panjang, klo dirumah dalam kondisi istirahat dan tidak melakukan banyak aktivitas keputihan tersebut tidak keluar, kira2 kenapa ya? sebelumnya atas informasi dan balasannya saya ucapkan terima kasih. ( perempuan, 25 thn,170 cm,63 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang Anda ajukan :

1. Apakah dengan adanya hasil USG tersebut, apakah ada kemungkinan hamil? karena oleh dokter saya diberikan vitamin E dan hormon progesteron (cygest) dan disaran tidak melakukan hubungan intin selama 2 minggu . Menurut dokter hal ini supaya bisa terjadi kehamilan.

Seperti yang dikatakan oleh dokter Anda, hasil USG menyatakan adanya penebalan rahim yang berarti 2 hal, Anda akan mengalami haid atau Anda hamil. Progesteron diberikan agar apabila memang terjadi kehamilan maka penebalan dinding rahim untuk tempat berkembangnya janin dapat terbentuk sempurna

2. Apakah cara saya melakukan test kehamilan dengan test pack tersebut kurang tepat sehingga hasilnya negatif?

Test pack mendeteksi hormon ß-hCG yang ada di urin. Hormon ß-hCG dapat ditemukan 8 hari setelah pembuahan pada 5% wanita. Semakin besar usia kehamilan, kadar ß-hCG yang dihasilkan semakin meningkat, dan kemungkinan didapatkannya hasil positif semakin besar. Pada usia kehamilan 3 minggu kadar ß-HCG sudah mencapai 18-7340 IU/L, dengan demikian kemungkinan hasil positif yang didapatkan pada test pack semakin besar. Karena itu, bila setelah 2 minggu dari sekarang Ibu belum menstruasi juga, cobalah melakukan pemeriksaan urin dengan test pack lagi. Jika hasilnya positif, maka kemungkinan hamil lebih besar.

3. Kira-kira pada usia kehamilan berapa minggu, kehamilan sudah dapat dilihat melalui USG Transvaginal? lalu bagaimana bentuknya? karena setelah saya baca di kalender kehamilan , pertanyaan ini belum terjawab.

Apabila Anda lebih teliti membaca Kalender Kehamilan, maka akan Anda lihat USG dianjurkan pada usia kehamilan 12 minggu karena pada waktu itu Anda dapat melihat bentuk janin yang menyerupai manusia sempurna. Di bawah usia tersebut atau kurang dari 9 minggu, USG hanya dapat melihat kantong kehamilan saja dan belum terlihat janin karena masih terlampau kecil untuk dilihat.

4. Semenjak terlambat haid, keputihan saya agak banyak namun masih normal, dokter jg menginfokan keputihan tersebut aman. Kenapa keputihan tersebut keluar saat saya melakukan aktifitas yang agak banyak dan naik motor dalam jarak yang panjang, klo dirumah dalam kondisi istirahat dan tidak melakukan banyak aktivitas keputihan tersebut tidak keluar, kira2 kenapa ya?

Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah).  Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Pada saat tertentu, memang terjadi peningkatan jumlah cairan secara fisiologis, namun hal itu bukan merupakan suatu tanda adanya penyakit. Jumlah cairan vagina meningkat dalam kondisi peningkatan jumlah hormon pada sekitar masa haid atau saat hamil, rangsang seksual, stres atau kelelahan, penggunaan obat-obatan atau alat kontrasepsi.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

 

Keputihan yang patut diwaspadai jika timbul gejala meningkatnya jumlah cairan vagina dari biasanya hingga terus menerus muncul dan acapkali mengganggu, berbau amis, apek, busuk, berwarna putih susu, kuning tua, coklat, kehijauan bercampur darah. Cairan vagina yang tidak normal juga ditandai dengan konsistensi encer, berbuih hingga kental menggumpal seperti susu basi.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar