Sukses

BB turun setelah melahirkan

16 Sep 2009, 11:08 WIB
Wanita, 37 tahun.
Dear KlikDokter, Istri saya saat ini badannya menyusut drastis setelah melahirkan anak kedua kami yang lahir dengan porses sesar, berat badannya menyusut dari 53 menjadi 45 kg saat ini, sehingga terlihat kurus kering bahkan sampai tulang ekornya terlihat sekali. Saat ini istri saya masih menyusui anak ke 2 kami yang bulan October nanti berumur 1 tahun, sebagai informasi istri saya telah menjalani sterilisasi dengan tubektomi saat proses melahirkan. yang ingin saya tanyakan, apakah badan istri saya yang saat ini kurus sekali, bahkan sampai tidak memiliki maaf "bokong" lagi ini adalah effect dari sterilisasi tersebut? ataukah karena masih masa menyusui dan kecapekan mengurus anak sehingga badan manjadi tidak terawat? Ada yang bilang bahwa sterilisasi ini seperti KB, jika dia cocok maka akan menjadikan gemuk dan sebaliknya, ada yang bilang juga bahwa karena saluran ke rahim di putus (sterilisasi) makan supply hormon juga terhenti, maka badan tidak mendapatkan supply hormon yg cukup, apakah pendapat2 seperti itu benar? dan mohon penjelasan medisnya. Demikian pertanyaan kami an sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih. ( perempuan, 37 thn,168 cm,45 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Tindakan tubektomi memiliki peran kontraseptif (pencegahan kehamilan) dengan menginterupsi jalur perjalanan sel telur (ovum) yang dikeluarkan oleh indung telur (ovarium) sehingga proses pembuahan oleh sperma dapat dicegah. Bisa dibilang tindakan tubektomi ini merupakan tindakan kontrasepsi mekanis, bukan hormonal sehingga kadar hormon tetap dan tidak berpengaruh terhadap kehidupan seksual.

Karena itu, penurunan berat badan pada istri Bapak tidak disebabkan oleh tindakan tubektomi tersebut. Apakah ada keluhan lain yang istri Bapak rasakan? Bagaimana dengan asupan nutrisinya? Berat badan tidak bertambah dapat disebabkan karena konsumsi energi lebih rendah dari kebutuhan. Hal tersebut mengakibatkan sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak akan digunakan. Penyebab lain adalah karena metabolisme tubuh yang cepat (dapat juga keturunan).

Dalam kondisi menyusui, asupan makanan harus lebih banyak karena Anda membutuhkan energi untuk aktivitas Anda sendiri dan produksi ASI berkualitas. Apabila asupan makanan kurang, maka tentu saja berat badan tidak akan bertambah atau bahkan malah berkurang. Berat badan dapat dinaikkan dengan cara :

  1. Makanlah secara teratur 3 kali sehari dengan gizi seimbang lebih banyak dari biasanya dan ditambah 2 kali makanan kecil (biskuit yang mengandung keju dan susu, minuman yogurt, jus buah). Gizi seimbang adalah susunan hidangan sehari yang mengandung zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk dapat hidup sehat secara optimal
  2. Makanlah lebih banyak makanan sumber energi dan protein dari biasanya seperti roti, nasi, umbi-umbian, ikan, daging, tempe, tahu
  3. Tetap berolahraga secara teratur. Hal ini disebabkan karena beberapa jam setelah olahraga biasanya akan terasa lapar sehingga meningkatkan nafsu makan, yang tentunya berguna untuk menaikkan berat badan. Di lain sisi, olahraga perlu untuk menjaga tubuh tetap terlihat kencang, mengantisipasi berat badan yang naik beberapa kilogram. Tidak perlu yang terlalu berat, cukup jalan kaki selama 30 menit secara teratur dapat menjaga keseimbangan tubuh
  4. Yang terakhir adalah cukup istirahat agar energi Anda tidak banyak terbuang percuma

Jika dengan cara-cara di atas, berat badan tidak juga naik, sebaiknya dicari penyebabnya. Untuk itu istri Bapak perlu berkonsultasi secara langsung dengan dokter, terutama bila ada keluhan tambahan lain.

Demikian penjeleasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terima kasih.

 

(Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar