Sukses

Oligoasthenospermia dan varikokel

18 Oct 2014, 00:28 WIB
Wanita, 31 tahun.
selamat sore dokter, suami saya mengalami oliogosthenosperma, dengan konsentrasi volume 2jt/ml dan kualitas 25% good, 0% exelent, 40% poor, 35% none. 3 tahun yang lalu suami divonis mengalami vorikokel dan disarankan untuk operasi vorikokel tsb. tetapi suami tidak mau karena takut. akhirnya januari 2009 kemarin kami berkonsultasi dengan dokter kandungan, memberikan solusi suami tidak disarankan untuk menjalani operasi vorikokel lagi dan kami didarankan langsung menempuh program bayi tabung. yang ingin saya tanyakan: 1. apakah suami saya dengan kondisi seperti ini masih bisa dioperasi untuk mendapatkan keturunan? 2. apakah dengan konsentrasi 2jt/ml sudah sangat tipis harapan untuk dioperasi sehingga dokter menyarankan untuk langsung menempuh program bayi tabung? 3. masih adakah apakah terapi makanan yang perlu dikonsumsi untuk meminimalisir kondisi sperma suami saya?(perempuan, 31 thn,160 cm,74 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Jumlah sperma normalnya berkisar antara 20 juta / mililiter hingga 120 juta / mililiter. Sperma dikatakan sedikit apabila jumlahnya  < 20 juta / ml cairan ejakulat. Dalam bahasa medis keadaan ini disebut oligozoospermia.  Sedangkan kurangnya gerakan sperma disebut asthenospermia. Dengan demikian, oligoasthenospermia berarti suatu kondisi di mana jumlah sperma < 20 juta/ml semen dan pergerakannya yang lemah. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan keadaan ini antara lain:

  • - faktor genetik (kromosom)
  • - suhu tinggi
  • - kelainan organ reproduksi (varikokel), saluran kemih dan hormon
  • - kurang nutrisi dan vitamin (vitamin C, selenium, zinc, folat)
  • - kemoterapi, obesitas, merokok, alkohol, logam berat, dsb
  • - faktor psikologis: stres, panik, depresi
  • - faktor lingkungan: air yang tercemar

Tatalaksana dari asthenospermia ini tentunya tergantung pada penyebabnya yang dapat dimulai dengan menghindari faktor-faktor di atas, termasuk nutrisi dan pola hidup sehat. Kemudian Anda mengatakan bahwa suami Anda telah didiagnosis menderita varikokel. Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum (buah zakar) yang mempendarahi testis. Aliran darah di vena diatur dengan katup 1 arah yang mencegah aliran darah kembali. Fungsi katup yang terganggu atau penekanan dari pembuluh darah vena dapat menyebabkan pembesaran dari vena yang berujung terhadap pembentukan varikokel.

Pria dewasa yang memiliki varikokel disertai analisis semen (kualitas dan kuantitas sperma) yang abnormal dan berniat untuk memiliki anak, maka disarankan untuk melakukan terapi yaitu operasi. Repair atau perbaikan dari varikokel telah dibuktikan berdasarkan penelitian dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas sperma atau dalam kata lain dapat memperbaiki kesuburan.

Pengobatan varikokel selain operasi dapat dilakukan embolisasi varikokel dengan memasukkan kateter atau selang kecil ke pembuluh darah vena di bawah bimbingan x-ray. Cincin metal akan diletakkan di pembuluh darah vena spermatika sinistra (kiri) untuk menghambat aliran darah ke vena di bawahnya. Namun hal ini masih di dalam penelitian.

Penelitian tentang varikokel yang diterbitkan oleh Jurnal Urologi Indonesia menghasilkan suatu kesimpulan bahwa didapatkan perbaikan signifikan volume testis kiri dan konsentrasi spermatozoa saat 6 bulan setelah operasi. Namun pergerakan dan bentuk sperma tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Adapun kemungkinan terjadinya kehamilan dapat mencapai 25% pada 3 bulan pasca operasi dan meningkat menjadi 50% pada 6 bulan pasca operasi.

Akan tetapi dari konsultasi Anda sebelumnya kami mengetahui bahwa Anda juga memiliki sumbatan pada saluran telur sebelah kiri sehingga dokter Anda lebih menyarankan Anda dan suami untuk mulai menjalani program bayi tabung. Janganlah merasa segan untuk mengomunikasikan segala kebingungan dan kekhawatiran Anda pada dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda,. Karena dengan demikian baru dapat terjalin kerjasama yang baik antara Anda, suami, dan dokter Anda untuk hasil yang lebih optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar