Sukses

Badan lemas dan sulit ereksi

30 Sep 2009, 13:07 WIB
Pria, 26 tahun.
Salam Dok, saya Andi 26 tahun, belum menikah, perokok. Seminggu terakhir ini badan lemes, begitupun Mr. P sulit ereksi walaupun di masturbasi, akhir akhir ini sering begadang dan banyak pikiran, ketika naik motor terkadang Mr. P kesemutan. Yang ingin saya tanyakan apa ini tanda impoten? Kalau iya apa bisa cepat sembuh dan sembuh dengan sendirinya ketika stress hilang? Untuk mengatasinya apa yang harus saya lakukan termasuk asupan makanannya terlebih sekarang sedang puasa di bulan puasa ini? Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.( laki-laki, 26 thn,155 cm,50 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang terhormat,

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan pengaruh rokok terhadap disfungsi ereksi. Hirskowitz M, Karacan I, Howell JW, Arcasoy MO, Williams RL dalam Journal of Urology melaporkan hubungan antara merokok dengan fungsi ereksi pada 314 lelaki perokok yang mengalami disfungsi ereksi.

Untuk mendapatkan informasi menyeluruh mengenai serba-serbi kemungkinan Disfungsi Ereksi, Anda dapat mengakses artikel Klikdokter.com mengenai seputar informasi serba-serbi Disfungsi Ereksi. Untuk kemudahannya, Anda dapat mengakses URL link berikut ini setelah log-in sebagai member di www.klikdokter.com:

Disfungsi Seksual :
https://www.klikdokter.com/illness/detail/169

Hubungan Merokok & Disfungsi Seksual :
https://www.klikdokter.com/article/detail/240

Does Size Matter? :
https://www.klikdokter.com/article/detail/438

Disfungsi Seksual Pada Wanita :
https://www.klikdokter.com/article/detail/289

Semoga artikel-artikel tersebut dapat memberikan sedikit pencerahan kepada saudari.

Dalam melaksanakan fungsi seksual, tiap-tiap individu sangat bervariasi, pengaruh dari stress baik dari psikis maupun lingkungan dapat berpengaruh dalam tiap fase dalam siklus seksualnya. Ketidakmpuan (disfungsi) seksual dapat berlangsung selama seumur hidup atau didapat, yakni terjadi setelah seorang individu dapat melakukan fungsi seksualnya secara normal.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

Dr. Sukardi, SpKJ(K)

    0 Komentar

    Belum ada komentar