Sukses

Keputihan pada ibu hamil

18 Oct 2014, 06:04 WIB
Wanita, 24 tahun.
Salam Kenal, Saya adalah wanita usia 24 tahun yang sedang hamil 36 minggu. Selama hamil saya pernah mengalami keputihan, namun cairan yang keluar berwarna putih dan jika tidak dibersihkan dari pakaian dalam akan menyisakan noda kuning di pakaian dalam saya. sebenarnya cairan apakah itu? apakah itu keputihan? jika iya, apakah normal atau berbahaya? karena sekarang semua pakaian dalam saya jadi ada noda kuning-kuningnya. mohon penjelasannya Dok, karna ini saya alami sejak masa hamil saja. sebelumnya tidak. terimakasih. salam, Lia( perempuan, 24 thn,156 cm,68 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Keputihan atau dalam bahasa medis disebut fluor albus, adalah cairan (bukan darah) yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Dengan demikian jelas, bahwa keluarnya cairan dari vagina merupakan hal yang wajar ditemukan saat hamil. Selama kehamilan terjadi peningkatan produksi dan volume cairan vagina akibat perubahan siklus hormonal di dalam tubuh ibu hamil. Selama cairan vagina tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir.

Namun perlu juga diketahui bahwa keputihan yang normal dapat menjadi tidak normal apabila tidak disertai dengan kebersihan dan perawatan yang memadai. Saat ini Anda mengeluhkan keluarnya keputihan berwarna putih yang berubah menjadi kuning di pakaian dalam Anda. Keadaan ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi jamur Candida sp. pada vagina Anda. Namun rasanya masih terlalu dini untuk mengatakan hal tersebut sehingga evaluasi sebaiknya tetap dilakukan untuk memastikan ada/tidaknya infeksi. Cairan keputihan Anda akan diambil untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Apabila benar ditemukan adanya infeksi, maka dokter akan memberikan Anda terapi antikuman yang disesuaikan dengan kuman penyebabnya. Adapun beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu:

  • sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • hindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • hindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan Anda
  • bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar