Sukses

Kontrol infeksi Hepatitis B?

14 Aug 2009, 17:45 WIB
Wanita, 44 tahun.
2 tahun lalu saya ke lab.prodia utk test(darah, urine, kotoran)....dari hasil tsb. saya disarankan ke dokter ahli penyakit dalam, karena saya terdeteksi hepatitis B. Lalu saya pergi ke dokter ahli penyakit dalam di Denpasar...dan beliau hanya membaca result dari lab, dan tidak ada pemeriksaan khusus, maksudnya hanya diperiksa dengan stetoskop, dan bagian perut agak diraba/tekan sedikit. Dan beliau memberikan saya obat. Setelah dua tahun ini saya mau memeriksakan kembali apakah virus hepatitis tsb masih di hati saya? Karena dokter tsb.menjelaskan ada virus yg masih lemah di hati saya, dan karena kondisi hati saya bagus jadi tidak bermasalah. Pertanyaan saya: Apakah yg harus saya lakukan untuk mengetahui lebih rinci/detail mengenai virus yg ada didalam hati saya? Apakah saya bisa langsung saja meminta dokter untuk menyuntikkan vaksin hepatitis B? Semoga saya mendapatkan penjelasan yg jelas. Terimakasih dan salam, christine( perempuan, 44 thn,150 cm,47 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Hepatitis B sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.

Untuk mengetahui apakah sudah ada kekebalan terhadap virus hepatitis B, dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium darah HBsAg (yang menandakan ada virus Hepatitis B dalam darah). Apabila hasilnya  positif, maka pada umumnya orang tersebut menderita hepatitis B kronik, dimana nilai HBsAg akan tetap positif setelah jangka waktu beberapa bulan pada 5-10% pasien yang mengalami infeksi hepatitis B.

Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan, antara lain: HbeAg dan HBV DNA. Kadar HbeAg yang positif menandakan bahwa saat ini Anda memiliki Hepatitis B Kronik dan masih terdapat replikasi aktif virus di dalam sel hati. Titer HbeAg akan berkorelasi dengan HBV DNA (virus).

Kadar SGOT dan SGPT Anda yang tetap tinggi dan HbsAg serta HbeAg yang positif menandakan Anda mengalami infeksi Hepatitis B kronik. Tujuan terapi hepatitis B kronis adalah mengeliminasi secara bermakna replikasi virus dan mencegah progresifitas penyakit hati ke arah yang lebih buruk (sirosis, kanker hati). Sasaran pengobatan adalah serokonversi HbeAg (mengubah menjadi negatif), menurunkan kadar HBV DNA, dan normalisasi kadar SGOT dan SGPT.

Ibu menyebutkan pernah mendapatkan obat dari dokter. Apakah nama obat tersebut? Terapi akan tergantung dari kadar ketiga marker yang kami sebutkan diatas. Mungkin saja Anda hanya memerlukan kontrol berkala atau memerlukan terapi antiviral seperti lamivudine dan modulator sistim kebal seperti interferon Alfa. Terapi untuk hepatitis B memang berlangsung dalam jangka panjang. Seandainya virus tidak dapat dihilangkan secara total, yang dilakukan adalah menekan replikasi virus serendah mungkin.

Vaksinasi Hepatitis B dalam hal ini tidak ada manfaatnya lagi, karena infeksi sudah terjadi. Saya sarankan agar Anda berkonsultasi kembali ke dokter spesialis penyakit dalam sub hepatologi untuk melakukan pemeriksaan yang menilai apakah ada infeksi kronik. Seperti yang telah disebutkan di atas, pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan kadar HbsAg, HbeAg, serta fungsi hati.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terima kasih.

 

(Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar