Sukses

Gangguan ereksi

20 Oct 2014, 08:42 WIB
Wanita, 25 tahun.
Dear Klik Dokter, Saya baru menikah kurang dari sebulan, sudah dua hari ini saya dan suami beraktivitas seksual, tapi suami selalu gagal ereksi ketika pertengahan. setelah kami melaukan foreplay suami sempat ereksi dan melakukan penetrasi, tapi 5 menit kemudian dia tidak bisa ereksi lagi. Mohon penjelasan dan sarannya, saya benar-benar khawatir dengan keadaan ini. FYI, suami saya umur 30 tahun, dan merokok. Saya jua mau menanyakan, apakah berbahaya jika suami mengkonsumsi mutivitamin penambah stamina pria yang banyak beredar di supermarket? Terima Kasih sebelumnya( perempuan, 25 thn,149 cm,55 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Gangguan ereksi dapat dikategorikan disfungsi ereksi dengan definisi ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi. Gangguan ini dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah :

  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi paliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguanereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Multivitamin yang dijual di pasaran dapat diminum asal tidak berlebihan, seusai petunjuk.

Ibu dapat mengajak suami berkonsultasi ke dokter spesialis andrologi untuk mengevaluasi lebih lanjut gangguan ereksi dialami. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terima kasih.

 

(Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar