Sukses

Pengobatan asma dalam kehamilan
04 Aug 2009, 17:10 WIB
Wanita, 34 tahun.
Selamat siang, saya sudah lakukan tes kehamilan, dan hasilnya positif. Sudah 2 bulan saya minum obat pemberian dokter asma untuk sakit asma saya, berbentuk kapsul yang seingat saya berisi anti alergi dan anti sesak nafas, apakah obat tersebut berbahaya bagi pertumbuhan Janin yang saya kandung??? mungkin untuk jangka panjang??? dan saya masih minum obat tersebut sampai sebelum saya tahu hamil. Dan karena saya juga tidak tahu kalau saya hamil saya sempat minum obat pereda sakit (untuk sakit pusing), dan juga sempat minum kopi kental. Apakah semua yang saya lakukan itu berakibat tidak baik bagi pertumbuhan janin yang saya kandung ini, walaupun sejak saya tahu saya positif hamil saya sama sekali tidak minum obat apapun maupun kopi. Saya sangat takut sekali. Mohon informasi dari Bapak/Ibu dokter. ( perempuan, 34 thn,161 cm,70 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Hal yang pertama kali sebaiknya Ibu lakukan adalah menghentikan konsumsi obat-obat yang diminum tersebut. Selama kehamilan triwulan pertama, sebaiknya memang tidak menggunakan obat-obatan dikarenakan triwulan ini adalah masa pembentukan organ janin sehingga sangat rentan akan terjadinya kelainan kongenital atau kecacatan pada janin.

Kemudian, sebaiknya Ibu berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk memastikan adanya kehamilan. Jika kehamilan sudah dikonfirmasi oleh dengan dokter, maka obat-obat yang selama ini diminum tidak boleh dilanjutkan lagi, terutama untuk triwulan pertama. Namun, jika ternyata sangat diperlukan, pengobatan ini harus disetujui dan diawasi oleh dokter tersebut. Sementara, untuk mencegah serangan asma, sebaiknya Ibu mengenali serta menghindari pemicu serangan, seperti polusi, asap rokok, debu, dingin, bulu hewan, atau stres.

Penelitian membuktikan bahwa obat-obatan asma dalam bentuk inhalasi (inhaler) atau obat yang dihirup, aman diberikan selama masa kehamilan dan tidak berefek teratogenik (menyebabkan kecacatan pada janin). Hal ini disebabkan karena kadar obat di dalam satu ‘puff’ inhalasi tersebut tidak besar dan langsung bekerja ke paru sehingga tidak berbahaya bagi janin. Karena itu, kemungkinan dokter akan memberikan obat jenis ini. Meskipun inhaler untuk serangan asma tergolong aman, tentunya penggunaan obat-obatan ini tetap harus di bawah pengawasan dokter.

Selama kehamilan memang sebaiknya Ibu menghindari penggunaan obat-obatan sebelum dikonfirmasikan keamanannya oleh dokter. Untuk obat penghilang rasa sakit yang dijual secara bebas seperti parasetamol aman untuk dikonsumsi. Selain itu, Ibu sebaiknya menghindari konsumsi kopi ataupun paparan terhadap asap rokok selama kehamilan. Jika Ibu memang sudah berhenti mengkonsumsi kopi semenjak tahu hamil maka hal ini tidak menjadi masalah.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terima kasih.

 

(Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar