Sukses

Gatal pada kemaluan

28 Jul 2009, 13:40 WIB
Wanita, 27 tahun.
Dok, saat ini saya tengah mengandung 7 bulan. sudah hampir sebulan ini, saya mengalami keputihan yg lain dari biasanya. cairannya lebih banyak (encer-kental) dan berwarna kuning di CD tidak berbau. Miss V saya jadi gatal2, merah dan ada jerawat2 kecil. saya baru saja membersihkan bulu pubisnya sampai habis, karena takut gatal2 itu disebabkan jamur yg menempel. dan setelah bersih, saya perhatikan kulit miss V saya nampak tidak segar/kencang, tapi berkerut-kerut dan ada lapisan berwarna putih di sekitarnya. selain itu menjadi gatal dan agak hangat. seminggu yg lalu saya diberikan obat Amoxsan 500 dari dokter kandungan, naum idak sembih juga sampai sekarang. Mohon advicenya dok, apa yg harus saya lakukan. karena saya takut terjadi infeksi dan membahayakan diri saya dan janin saya. apakah keadaan saya sudah parah, dan apakah kerut2 di kulit vagina saya bisa kembali normal? apakah membersihkan bulu pubis saya hingga bersih dapat mengurangi dan sudah cara yg benar? Mohon informasinya yg detail dokter, terima kasih.( perempuan, 27 thn,160 cm,66 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Penyebab tersering gangguan kulit pada daerah kemaluan adalah infeksi jamur, hal ini disebabkan karena daerah tersebut merupakan daerah yang tertutup dan lembab, sehingga menjadi tempat ideal tumbuhnya jamur. Gambaran dari infeksi jamur adalah kemerahan pada kulit dengan bagian atasnya kering serta bersisik. Sebetulnya tidak perlu dilakukan pencukuran rambut kemaluan. Rambut kemaluan tersebut justru berfungsi sebagai pelindung daerah kemaluan. Pencukuran malah meningkatkan risiko infeksi pada kulit kemaluan.

Sebaiknya Ibu berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan diagnosis pasti karena pada dasarnya penyakit kulit harus dilihat secara langsung. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap cairan keputihan yang ada untuk mengetahui penyebab serta terapi yang sesuai. Sementara itu, jagalah kebersihan daerah kemaluan secara teratur dengan sabun. Hindari keadaan daerah kemaluan yang terlalu lembab.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terima kasih.

 

(Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar