Sukses

Anak sering terbangun tengah malam

27 Jul 2009, 16:18 WIB
Wanita, 28 tahun.
Sore dok, anak saya berumur 11 bulan (laki2), yg mau saya tanyakan: mengapa yah dok anak saya suka sekali bangun malan (begadang) sekitar pukul 1~3 malam? jam 7~8 malam sudah tidur dan nanti tengah malam bangun dan bermain. mulai umur 1 bulan memang sudah begitu. ada apa dengan anak saya ya dok? apa yang harus saya lakukan? Terima kasih.(perempuan, 28 thn,150 cm,48 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter. Kami dapat memahami kekhawatiran Anda terhadap kondisi anak Anda saat ini.

Setiap manusia memerlukan tidur untuk memulihkan tenaganya, begitupun dengan anak Anda. Pada anak, tidur diyakini memiliki kontribusi pada perkembangan otaknya. Namun membuat anak tertidur sendiri memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Anak Anda tidak serta-merta lahir dengan disertai pengetahuan mengenai cara tidur yang benar. Tidur adalah kemampuan yang perlu dipelajari dan memerlukan bantuan untuk dikuasai oleh anak Anda.

Saat lahir, bayi masih bingung antara siang dan malam. Oleh sebab itu akan lebih baik untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik lebih awal. Cara terbaik yang dapat diajarkan orangtua adalah dengan menjadikan suasana senang dan gembira selama siang hari, dan membuatnya tenang bahkan membosankan pada malam hari.

Saat berusia sekitar 8 hingga 12 bulan, bayi dapat terbangun pada malam hari. Anda tidak perlu merasa khawatir karena hal ini wajar ditemukan pada bayi seusia anak Anda saat ini.  Penyebab pemicu gangguan tidurnya sangat beragam, yaitu:

  • faktor lingkungan seperti suara bising di rumah
  • gangguan penyakit seperti asma, alergi (batuk, bersin)
  • kesalahan pola tidur sejak lahir
  • tidur siang yang terlalu lama
  • depresi, stres, atau kecemasan pada anak
  • gangguan perkembangan seperti ADHD dan autisme

Dengan demikian jelas bahwa wajar apabila anak Anda terbangun tengah malam setelah sebelumnya terlihat tidur dengan nyenyak, namun jangan terburu-buru menenangkannya atau justru mengajaknya bermain. Tindakan tersebut justru menjadikan kegiatan bangun tengah malam sebagai suatu kebiasaan yang menyenangkan untuk anak Anda, padahal apabila dibiarkan anak umumnya akan tenang dan tidur kembali. Satu lagi pemikiran yang salah tentang menidurkan anak adalah dengan menggendongnya hingga anak benar-benar tertidur sebelum akhirnya dibaringkan di tempat tidur. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk menidurkan anak yaitu:

  1. Ciptakan suasana kamar yang nyaman dan sejuk. Tempat tidur hanya untuk tidur. Jangan penuhi tempat tidur anak Anda dengan mainan karena dapat merangsangnya untuk bermain di tempat tidur sehingga menjadi sulit tidur.
  2. Upayakan untuk selalu menerapkan kebiasaan menjelang tidur yang dapat dikenali. Mandikan anak Anda, baringkan ia di tempat tidur, melihat buku bersama, menyanyikan sebuah lagu, beri ia ciuman dan ucapkan selamat malam dengan cara yang sama setiap malam. Kegiatan menyenangkan dan penuh kasih sayang yang dilakukan berulang menjelang tidur akan dikenali anak Anda sebagai tanda waktunya untuk tidur.
  3. Upayakan untuk selalu membaringkan anak Anda ketika ia masih dalam keadaan mengantuk, sebelum benar-benar tertidur. Anak yang terbiasa tidur sendiri lebih mampu tidur kembali ketika ia terbangun saat malam hari.
  4. Apabila diperlukan untuk menenangkan anak Anda kembali, cobalah untuk tenang dan bahkan menjadi sedikit membosankan. Namun apabila anak Anda terbangun sepenuhnya, Anda mungkin perlu mengulangi sedikit kebiasaan menjelang tidur sebelum kembali ke kamar Anda.
  5. Apabila anak Anda memiliki alergi atau asma, maka sebaiknya segera diatasi dan dikontrol.

Apabila setelah menerapkan tips di atas pola tidur anak Anda tidak mengalami perubahan, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa anak Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau dokter spesialis psikiatri anak untuk dievaluasi lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar