Sukses

Selalu berkeringat, menopause?

23 Jul 2009, 10:00 WIB
Wanita, 49 tahun.
Dear dokter, Istri saya saat ini kondisinya sehat2 saja, tetapi produksi keringat yang cukup tinggi dan cendrung abnormal. Ketika suhu dirumah bagi orang normal dingin, tetapi istri saya merasakan gerah dan berkeringat. Yang perlu saya tanyakan, apakah situasi ini ada hubungannya dengan usia dan menjelang manopouse?? Karena mensturasnya juga sudah tidak normal (kadang datang tapi kadang juga tidak setiap bulan). Mohon info dan advice dari dokter, apa yang mesti dilakukan. Atas bantuan dan sarannya diucapkan terimakasih. Salam, Alwan( perempuan, 49 thn,153 cm,47 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Sebelumnya tentu saja harus dievaluasi secara menyeluruh mengenai keluhan lain yang menyertai keluhan utama yang dimiliki oleh istri Anda. Tentu saja pemeriksaan fisik juga harus dilakukan untuk memastikan kondisi istri Anda saat ini.

Produksi keringat banyak dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah penyakit hormonal, seperti hipertiroid, dan fase perimenopause (fase sebelum menopause). Hipertiroid sendiri tentunya diikuti dengan gejala lain seperti tremor, berdebar-debar, nafsu makan meningkat namun berat badan menurun.

Mungkin apabila melihat hanya produksi keringat berlebih atau wanita merasa selalu kepanasan, hal ini memang mengarah ke gejala hot flashes yaitu gejala memasuki fase menopause akibat kekurangan hormon estrogen dimana wanita akan merasa kepanasan dan selalu berkeringat.

Fase perimenopause memang akan diikuti dengan ketidakteraturan menstruasi dan beberapa gejala lainnya seperti kekeringan pada vagina, perubahan mood, gangguan tidur, dan gejala lainnya. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai Menopause melalui artikel kami di bawah ini :

https://www.klikdokter.com/illness/detail/23

Apabila memang gejala ini merupakan fase perimenopause, keluhan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, seperti makan makanan dengan nutrisi cukup, olahraga teratur, istirahat cukup, tidak stress, dan kalau perlu melakukan terapi hormonal. Untuk lebih lengkapnya Anda dapat membaca artikel yang kami berikan di atas.

Apabila keluhan berlanjut dan semakin mengganggu, silakan berkonsultasi secara langsung ke dokter untuk evaluasi berikutnya.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar