Sukses

Asma dalam kehamilan

20 Oct 2014, 04:29 WIB
Wanita, 29 tahun.
istri saya asmanyasering kambuh bila cuaca dingin trus kalau kambuhdia pakai inhaler merk meptin tetapi beberapa jam kemudian asmanya kambuh lagi apalagi cuaca di boyolali sekarang lagi dingin padahal istri saya lagi mengandung,apakah efeknya bila trus trusan pakai obat tsb terhadap janin dan bagaimanan solusinya( perempuan, 29 thn,163 cm,56 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Asma adalah penyakit kronis (berlangsung lama) yang ditandai oleh sesak napas disertai bunyi ngik-ngik (wheezing) dimana derajat keparahan setiap orang berbeda-beda. Beberap ajenis faktor risiko yang dapat mencetuskan timbulnya asma adalah, allergen (zat yang menyebakan alergi), merokok, dan iritasi zat kimia. Pada kasus istri Anda, faktor pencetus timbulnya asma adalah udara dingin.

Sayang sekali Anda tidak mencantumkan data mengenai usia kehamilan istri Anda saat ini karena pengobatan asma ada yang diperbolehkan di usia kehamilan tua namun dilarang di usia kehamilan muda karena bersifat teratogenik (menyebabkan kecacatan pada janin).

Apakah kekambuhan asma yang dideritanya berlangsung setiap hari? apabila memang serangan terjadi setiap hari dan menggangu aktifitas, maka asma tersebut tergolong ke dalam kelompok moderate persistent atau asma persisten sedang yang dapat dikendalikan dengan inhalasi beta 2 agonis dan inhalasi kortikosteroid.

Inhalasi atau inhaler yang digunakan pada wanita hamil sudah terbukti tidak memiliki efek samping ke janin dan tidak bersifat teratogenik. Inhalasi merupakan penanganan asma paling aman di kala kehamilan. Apabila memang tidak terkendali dengan inhalasi, maka berkonsultasilah ke dokter karena mungkin membutuhkan obat oral. Obat oral untuk asma di dalam kehamilan pun harus diberikan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter.

Untuk mengatasi serangan asma, yang perlu dilakukan adalah menghindari pencetus. Apabila dalam kasus istri Anda pencetusnya adalah dingin, maka hindarilah udara dingin. Selama pencetus masih ada, maka asma tetap dapat kambuh. Berkonsultasilah ke dokter spesialis paru apabila asma semakin bertambah berat.

Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai asma dan penanganannya melalui beberapa artikel di bawah ini :

https://www.klikdokter.com/illness/detail/154

https://www.klikdokter.com/article/detail/783

https://www.klikdokter.com/article/detail/162

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

    0 Komentar

    Belum ada komentar