Sukses

Siklus tidak teratur, tanda tidak subur?

17 Jul 2009, 14:22 WIB
Wanita, 32 tahun.
Siklus haid saya tidak teratur antara 3-5 bln itupun haid jika minum obat dari dokter Cycloginova, hingga saat ini saya belum dikarunia anak 2 thn menikah, hasil USG rahim normal dan baik hanya karena pengaruh hormon. Sy mau tahu apakah hasil USG bisa salah..??terus siklus haid bisa tidak punya anak..??rencana mau cuti ke Makassar..dokter kandungan untuk periksa alamt makassar di mana..??( perempuan, 32 thn,159 cm,175 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda

Kondisi anda saat ini disebut dengan oligomenorea yaitu siklus menstruasi lebih dari 35 hari. Siklus haid melebihi 35 hari disebut oligomenorea yang umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal.  Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan keadaan ini, antara lain adalah pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama, pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia), obesitas, stres psikologis, aktivitas berlebih seperti atlit, gangguan indung telur, kekurangan vitamin K, penggunaan obat-obatan tertentu, kelainan pembekuan darah, gangguan hormon tiroid, dsb.

Apabila Anda masih ragu dengan hasil pemeriksaan USG, Anda dapat mencari second opinion ke dokter kebidanan yang lain. Anda dapat menggunakan fitur 'Pencarian Dokter' yang terdapat di halaman depan website kami untuk mencari dokter beserta domisili yang Anda inginkan.

Oligomenore pada wanita muda paling banyak disebabkan karena ketidak seimbangan hormonal. Dalam kondisi ini masih dapat terjadi kehamilan apabila memang siklus Anda menghasilkan sel telur yang matang (dalam artian Anda subur). Namun yang sulit diperkirakan adalah waktu subur Anda. Kami sarankan untuk melakukan hubungan intim teratur, 2-3x/minggu apabila sedang merencanakan kehamilan.

Selain pemeriksaan kesuburan yang Anda lakukan, diharapkan suami  Anda juga dapat melakukan pemeriksaan analisis sperma. Gangguan kesuburan pada laki-laki menyumbang sekitar 50% penyebab pasangan infertil (tidak subur).

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar