Sukses

Buta warna tidak masuk polisi

18 Oct 2014, 23:25 WIB
Pria, 24 tahun.
saya berusia 24 tahun, pernah testing polisi dan tentara tapi gagal disebabkan saya gagal dalam tes mata tepatnya test buta warna. dalam lembaran buku test tersebut saya dapat membaca angka2 tersebut dan ada sebagian yg tidak dpt saya baca. pertanyaan saya, kenapa penderita buta warna tidak bisa diterima jd polisi, tni maupun sekolah kedinasan atau pekerjaan lainnya. Dan kenapa buta warna itu dianggap sebagai hal yang hina, dianggap aib dan menjadi bahan ejekan orang. apakah ada yang salah???apakah ada obatnya?saya dan mungkin byk lg org2 yang senasib dgn saya akan merasakan hal yg sama. terima kasih dokter, saya mhon penjelasannya.( laki-laki, 24 thn,170 cm,60 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Beberapa pekerjaan yang membutuhkan identifikasi memang memiliki salah satu prasyarat untuk dapat mengenali warna. Jenis pekerjaan itu diantaranya adalah dokter, TNI, polisi, dan sebagainya. Sebagai contoh dokter harus dapat membedakan antara limpa dan hati yang memiliki bentuk mirip namun dengan warna yang berbeda, polisi contohnya harus bisa mengidentifikasikan mobil (termasuk warna) seorang penjahat, TNI contohnya harus bisa membedakan seragam musuh dan seragam tentaranya sendiri di dalam perang.

Tanpa bisa membedakan warna, sangat vital sekali kondisi yang dapat terjadi. Namun tentu saja Anda tidak perlu berputus asa, banyak pekerjaan lain yang tidak membutuhkan identifikasi warna, seperti di dalam bidang hukum dan ekonomi. Buta warna adalah penyakit genetik atau keturunan, tidak ada yang menganggap hal tersebut hina ataupun aib karena hal tersebut merupakan genetik. Seseorang tidak bisa memilih lahir dari keluarga yang tidak buta warna.

Karena penyebabnya genetik, sampai saat ini masih belum ada obatnya. Namun seperti yang kami katakan di atas, tidak perlu berputus asa. Anda dapat menggali bakat Anda di bidang lain dan tetap sukses seperti yang lainnya dengan kondisi Anda saat ini.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

    0 Komentar

    Belum ada komentar