Sukses

Keluar darah setelah masturbasi

19 Oct 2014, 19:00 WIB
Wanita, 23 tahun.
saya memiliki pola pacaran yang tidak sehat denagn pacar saya, dapat dikatehotikan free sex, dan yang saya khawatirkan adalah di daerah genital di mulut v nya muncul seperti kutil. dan dalam satu bulan ini saya melakukan masturbasi keluar cairan berupa darah segar dan banyak. Apakah ini gejala dari serviks atau virus HPV? apa yang saya harus lakukan selanjutnya? trims dokk( perempuan, 23 thn,150 cm,58 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memerlukan deskripsi lebih lengkap mengenai bintil seperti kutil pada kemaluan Saudari. Apakah benjolan hanya satu atau berkelompok, apakah benjolan seperti berisi cairan? Beberapa kondisi yang diduga dapat menyebabkan keluhan bintil pada kemaluan adalah infeksi virus pada kulit yang disebut moluskum kontagiosum, infeksi virus herpes simpleks atau virus human papilloma (human papilloma virus/HPV) yang memiliki karakteristik berbeda-beda.

Moluskum kontagiosum dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam jangka waktu 6 – 12 bulan, namun dapat dibantu dengan pengangkatan atau pembekuan bintil oleh dokter. Untuk herpes simpleks dapat diberikan pengobatan antivirus dalam bentuk krim atau pil. Pengobatan ini tidak dapat menyembuhkan herpes simpleks, namun dapat mengurangi durasi terjadinya penyakit dan mengurangi beratnya penyakit. Sedangkan, kutil kemaluan karena HPV (tipe 6 & 11) dapat diberikan krim yang membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi atau krim yang menghancurkan jaringan kutil atau dilakukan operasi kecil pada kutil yang berukuran besar.

Apakah Saudari bermasturbasi dengan memasukkan jari atau alat ke dalam lubang vagina? Jika ya, mungkin saja terjadi luka pada dinding vagina. Apakah siklus menstruasi Saudari teratur?  Apakah keluarnya darah disertai rasa keram pada perut bawah? Keluarnya darah setelah terjadi orgasme (dengan masturbasi atau hubungan intim dapat disebabkan oleh kontraksi rahim yang kuat, perubahan atau ketidakseimbangan hormon, atau tumbuhnya kelenjar endometrium dan stroma dalam rahim. Tidak tertutup kemungkinan adanya peradangan pada mulut rahim. Karena itu, sebaiknya Anda melakukan konsultasi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk diperiksa secara langsung.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terima kasih.

 

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar