Sukses

Menghilangkan kebiasaan masturbasi?

06 Jul 2009, 12:19 WIB
Wanita, 17 tahun.
dok...bgaiamna kalau kita terlalu sering melakukan masturbasi.. namun tidak dengan mengkontakkan secara langsung, dan bagaimana cara menghilangkan kbiasaan tersebut,, dan apakah dampak dan tingkat risiko dari hal tersbut, trimakasih!(perempuan, 17 thn,157 cm,60 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Adik/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Seperti yang pernah kami jelaskan sebelumnya bahwa pada dasarnya masturbasi bukanlah suatu tindakan yang bijaksana. Apabila dilakukan terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan perubahan pola tidur, stres, gangguan panik/kecemasan, lemas, kurangnya konsentrasi, dsb. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Risiko ini akan semakin meningkat apabila masturbasi dilakukan dalam masa-masa haid, di mana leher rahim menjadi lebih terbuka dibandingkan saat-saat di luar masa haid, yang akan mempermudah penjalaran kuman ke dalam rahim.

Kemudian apakah yang Anda maksud dengan istilah "tidak mengontakkan secara langsung". Apakah istilah tersebut Anda gunakan untuk menggambarkan suatu tindakan masturbasi yang dilakukan tanpa memasukkan benda-benda tertentu ke dalam liang kemaluan? Masturbasi memang dapat dilakukan dengan bermacam cara untuk merangsang timbulnya orgasme. Melakukan masturbasi tanpa memasukkan suatu benda ke dalam liang kemaluan memang dapat menghindarkan seseorang dari risiko perlukaan atau timbulnya infeksi, akan tetapi tindakan ini tetap tidak dapat mengurangi terjadinya kondisi-kondisi lain yang dapat ditimbulkan (perubahan pola tidur, stres, penurunan konsentrasi, dsb).

Oleh sebab itu, jalan keluar yang terbaik adalah mengurangi atau bahkan menghindari tindakan masturbasi itu sendiri.

Pertama-tama seseorang yang ingin menghentikan kebiasaannya tersebut harus memiliki niat dari dalam dirinya untuk berhenti. Orang tersebut harus memiliki komitmen dan motivasi yang cukup kuat, karena godaan akan sering datang pada setiap kesempatan. Dan layaknya sebuah bangunan yang tidak dilandasi dengan pondasi yang kuat, usaha untuk menghentikan kebiasaan masturbasi pun akan mudah digoyahkan dan runtuh tanpa komitmen dan motivasi yang kuat.

Selanjutnya, cobalah untuk mengalihkan perhatian setiap kali rasa ingin melakukan masturbasi itu timbul. Salurkanlah hasrat tersebut ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif seperti olahraga, bekerja, atau kegiatan lain yang disenangi. Tentunya akan lebih baik apabila memanfaatkan waktu luang yang ada untuk melakukan olahraga atau hobi yang lebih bermanfaat dibandingkan melakukan masturbasi.

Selama melakukan usaha tersebut, terus tanamkan dalam pikiran kita mengenai komitmen dan motivasi awal melakukan usaha tersebut. Ingatlah berbagai keburukan dan kebaikan yang dapat disebabkan dari tindakan tersebut (tentunya akan lebih banyak keburukan daripada kebaikan) setiap dorongan untuk melakukan masturbasi itu timbul. Buatlah suatu target pencapaian mulai dari yang termudah hingga yang tersulit, kemudian beri diri kita hadiah apabila berhasil mencapai target tersebut. Sebagai contoh: pergi nonton apabila berhasil tidak melakukan masturbasi selama satu minggu, pergi spa apabila berhasil tidak melakukan masturbasi selama 2 minggu, dan seterusnya. Selain itu, yang paling mendasar dan tidak kalah penting adalah memperbanyak doa dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar terhindar dari segala perbuatan yang tidak disukai oleh-Nya.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar