Sukses

Pujian & sanksi anak

16 Jul 2009, 17:20 WIB
Wanita, 29 tahun.
dokter, anak saya baru 1 tahun, namun saya ingin mendidik sejak dini untuk mempersiapkan mental yang sehat. saya dengar bahwa dengan membesarkan anak dengan reward atas prestasinya itu kurang baik karena bisa menjadikan anak terbiasa menerima 'hadiah' dan ketika ia tidak mendapatkan apa2 atas perbuatan baik/prestasinya ia akan kecewa, marah, kecil hati, yang tg terpendam. namun pendapat lain mengatakan apabila kita membesarkan dengan reward dan pujian akan baik bagi perkembangan mentalnya. saya pribadi sejak kecil selalu menang dalam kompetisi. dan ketika harus mengahdapi kenyataan ttg kekalahan ada perasaan kecewa, sedih dan rasanya seperti luka yg sangat dalam, padahal waktu itu saya masih anak2. bagaimana menurut dokter akan hal ini? saya butuh pendapat seorang ahli psikologis anak, karena saya ingin yang terbaik bagi anak saya. terima kasih.( perempuan, 29 thn,162 cm,55 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Anda dipersilahkan untuk memberikan sebuah ?imbalan? pada saat sang buah hati
berprestasi. Dianalogikan Anda seorang karyawan, Anda mendapatkan sapaan ucapan selamat
dari atasan yang perhatian. Secara otomatis, akan menumbuhkan semangat etos kerja yang
positif hingga meningkatkan produktifitas.

Namun analogi tersebut , memiliki kondisi yang berbeda. Dalam lingkungan profesionalis
memanglah senantiasa berorientasi pada hasil akhir. Bukanlah pada esensi yang proses
dalam masa pengerjaannya.

Disinilah perbedaannya, dalam mendidik anak, sang buah hati juga diberikan apresiasi pada
sesuatu yang dilakukanya terlepas pada hasil akhirnya. Mau itu hasil memuaskan ataupun
tidak, jika proses dalam usahanya maksimalnya ia mengalami kegagalan, jangan jera untuk
memberikan semangat dan arahan yang tepat untuk semakin baik di masa depan.

Tidak melulu imbalan yang diberikan berupa hadiah. Ucapan penyemangat juga bisa menjadi
peluruh kekecewaan disamping sajian ?lip service?. Tambah lagi jalinan keintiman Anda
dengan sang buah hati hingga timbul komunikasi via perasaan tanpa melibatkan kata-kata.

Dengan demikian Anda menjadi semakin mengetahui apa-apa yang dibutuhkan dan tidak
dibutuhkan oleh anak Anda. Sebisa mungkin jangan terlalu membanding-bandingkan semasa
Anda kecil dididik dahulu. Perubahan zaman acapkali mengakibatkan pergeseran esensi
metode proses pengajaran kepada anak dewasa ini.

Pujian terus akan menghancurkan, namun begitu juga sebuah hukuman terus akan 
mencelakakan. Segala sesuatunya ada baik dan buruknya, pun sesuatu yang terlampau dosis
akan menjadi kurang baik. Maka, ketauilah lebih dalam apa yang sebenar-benarnya yang
dibutuhkan oleh sang buah hati pada kondisi yang dihadapinya.

Mendidik anak itu dianalogikan seperti jarum suntik. Kita harus tahu kapan menyuntikkan
pujian ataupun memberikan asupan arahan berupa sanksi. Cobalah juga banyak membaca sebab
tidak  satu teori yang berlaku umum.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Dr. Sukardi, SpKJ(K)
Redaksi Klikdokter.com

    0 Komentar

    Belum ada komentar