Sukses

Suami mengkonsumsi obat penenang

18 Oct 2014, 23:32 WIB
Wanita, 21 tahun.
pagi dok, saya baru2 ini baru mengetahui kalo suami saya suka dan sering sekali mengkonsumsi obat2 penenang seperti frisitas ziprax dumotil (maaf kalo namanya salah,saya lupa).terutama kalo suami saya ada pekerjaan2 penting yg membutuhkan kepercayaan diri yg tinggi.saya sama sekali tidak mengerti bahaya dan efek sampingnya.kalo saya tanya suami,dia selalu marah dan mengatakan kalo obat2 tersebut tidak berbahaya.apa betul dok?dan apakah obat ini membuat si pengguna jadi ketergantungan???? trimakasih dok,mohon bantuannya( perempuan, 21 thn,165 cm,77 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Cukup pastikan obat-obatan yang dikonsumsi olehnya merupakan dalam proses pengawasan dokter. Jika memang ada bukti resep tertulis dari dokter yang bersangkutan, maka Anda dapat menaruh kepercayaan kepadanya. Obat-obatan penenang semacamnya memiliki efek langsung kepada aspek kejiwaan. Maka dari itu, penting adanya untuk memastikan penggunaan obat-obatan tersebut dalam pengawasan ketat dokter terkait.

Jika dirinya tidak mampu memberikan bukti proses pengawasan dokter atas penggunaan obat-obatan tersebut, maka komunikasikan himbauan Anda dengan komunikasi yang cerdas, penuh kasih sayang, namun tegas. Jangan tergesa-gesa menuduh yang tidak baik. Percayakan kepadanya. Hindari memberikan arahan-arahan ataupun larangan yang terkesan semena-mena, karena hal yang demikian hanyalah membuatnya semakin merasa terganggu. Disinilah tantangan Anda dalam hal ini mengambil peran rumah tangga sebagai seorang istri. Anda dituntut kreatif, sekaligus cerdik.

Berbicara aspek kejiwaan, sangat erat dengan aspek religi. Dimana ketenangan bathin dan jiwa bisa didapatkan jika hubungan dengan Yang Maha Kuasa terjaga. Secara otomatis, jika segala sesuatu dikerjakan dengan niat ibadah, mudah-mudahan dapat meningkatkan percaya diri dalam jiwa seseorang.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

Dr. Sukardi, SpKJ(K)
(Redaksi Pengasuh Rubrik Seks & Andrologi Klikdokter.com)

    0 Komentar

    Belum ada komentar