Sukses

Emfisema usia muda

17 Jun 2009, 09:58 WIB
Pria, 23 tahun.
saya belum mengerti betul tentang penyakit saya emfisema, mohon untuk di beri tau... apakah emfisema dapat sembuh dengan total??? bagaimana pencegahannya??? sekian dulu pertanyaan nya..( laki-laki, 23 thn,178 cm,60 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Emfisema merupakan bagian dari Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Emfisema sendiri merupakan pelebaran abnormal dari rongga udara distal sampai dengan bronkiolus terminal (rongga pernapasan) yang diikuti dengan destruksi atau penghancuran dinding dari sel paru (alveolus). Penyakit ini merupakan penyakit kronik dimana penyebab atau faktor risiko utama adalah merokok.

Pajanan asap rokok akan membuat silia (rambut halus) di bronkus (saluran pernapasan) tidak berfunggsi dengan sempurna). Silia sendiri memiliki fungsi untuk mengeluarkan zat asing maupun kuman. Dengan tidak berfungsinya silia, maka saluran pernapasan akan mudah teriritasi, mudah dimasuki kuman, dan mudah meradang.Asap rokok juga menyebabkan kantung udara atau alveolus di paru-paru akan memproduksi 'makrofag' yang akan mengeluarkan zat atau  material yang dapat menghancurkan protein yang berguna untuk mengembangkan dan mengempiskan paru (elastin dan kolagen).

Selain asap rokok, dalam persentase yang lebih rendah, emfisema dapat disebabkan karena kekurangan protein yang disebut dengan alpha-1-antitrypsin (AAt) yang berfungsi untuk melindungi paru dari gangguan yang destruktif. Emfisema akibat kekurangan protein AAt merupakan gen herediter (diturunkan).

Pada umumnya, penyakit ini dialami oleh mereka yang berusia 50-60 tahun dengan pajanan rokok (aktif maupun pasif) selama puluhan tahun. Karena itulah penyakit ini disebut kronik (dalam kurun waktu yang lama). Apabila emfisema dialami oleh mereka yang berusia di bawah 50 tahun (meskipun terpajan dengan asap rokok), perlu dicurigai kemungkinan genetik (kekurangan AAt), infeksi HIV, dan penyakit kongenital seperti sindroma Marfan.

Gejala utama emfisema adalah sesak napas, napas cepat dan pendek, mudah lelah dengan aktivitas biasa, dan gejala ini akan semakin memburuk seiring dengan progresifitas penyakit.

Perencanaan terapi yang pertama kali dijabarkan adalah menghentikan merokok karena pajanan asap rokok akan semakin memperburuk emfisema. Terapi untuk emfisema adalah terapi untuk memperbaiki gejala, mengurangi keluhan, memperlambat progresifitas penyakit, dan mencegah terjadinya komplikasi akibat emfisema.

Perlu diketahui bahwa sel paru yang sudah hancur tidak dapat diperbaiki lagi. Yang perlu dijaga adalah mencegah sel paru yang sehat menjadi rusak dengan mencegah perluasan penyakit. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai terapi PPOK melalui artikel kami di bawah ini :

https://www.klikdokter.com/illness/detail/158

Karena kasus emfisema disebabkan oleh rokok, maka pencegahan paling baik adalah berhenti merokok. Selain itu ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah emfisema :

  • berhenti merokok dan hindari pajanan rokok (perokok pasif)
  • hindari zat yang dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan. Ini termasik bau cat, beberapa jenis bau masakan, beberapa parfum. Jaga kelembaban di rumah Anda sekitar 40-50%
  • berolahraga teratur
  • banyak minum air putih setiap hari dan jangan minum alkohol
  • hindari udara dingin
  • hindari infeksi saluran pernapasan (ISPA) dengan melakukan vaksinasi teratur (vaksin influenza, vaksin pneumonia). Hindari berkontak dengan seseorang yang mengalami influenza
  • asupan bergizi seimbang

Kami sarankan agar Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis paru guna evaluasi lebih lanjut dan penerapan terapi sampai dengan tuntas.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar