Sukses

(OAT) Oligoasthenoteratozoospermia

20 May 2009, 12:08 WIB
Wanita, 29 tahun.
Dok, saya mau tanya solusi dari masalah yg saya n suami hadapi. Kami sdh menikah 2 th dan blm sekalipun saya hamil. setelah melalui tahap pemeriksaan dan program kehamilan dg SpOg selama 1.5th dinyatakan bahwa suami oligoasthenoterratozoospermia. sedangkan untuk saya sementara didiagnosa normal, dg kondisi rahim yg baik, mens teratur (periksa rutin USG dan blm dites apa2). Saya ingin menjalani program inseminasi, apakah syarat2nya dan bagaimana proses tersebut?serangkaian test apa saja yg harus kami berdua jalani?( perempuan, 29 thn,168 cm,62 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Oligoasthenoteratozoospermia atau OAT adalah kondisi yang mencakup oligozoospermia (jumlah sperma sedikit), asthenozoospermia (pergerakan sperma tidak normal), and teratozoospermia (bentuk sperma abnormal). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan pada pria.

Sedangkan Inseminasi buatan adalah peletakan sperma ke saluran reproduksi wanita dengan menggunakan cara buatan dan bukan dengan proses alami. Proses yang dijalani dimulai dengan meletakkan sperma segar atau sperma yang telah dibekukan (sperma normal baik bentuk maupun pergerakannya) ke dalam serviks (leher rahim) atau yang disebut dengan Intracervical Insemination (ICI)) atau  di dalam rahim wanita  atau disebut Intrauterine Insemination (IUI).

Sperma akan diambil melalui proses masturbasi dan disarankan agar pria tidak ejakulasi selama 2-3 hari sebelum pengumpulan sampel dilakukan. Sedangkan pada wanita, siklus menstruasi akan dipantau ketat guna mengetahui kapan waktu ovulasi yang tepat menggunakan beberapa penanda ovulasi seperti temperatur tubuh basal, perubahan lendir vagina, ultrasonografi, atau pemeriksaan darah.

Apabila inseminasi menggunakan IUI maka sperma akan 'dicuci' terlebih dahulu di laboratorium. 'Pencucian' ini akan meningkatkan proses fertilisasi atau pembuahan dan menyingkirkan lendir yang tidak diperlukan serta  sperma dengan motilitas atau pergerakan kurang. Hal ini memang disarankan untuk  dilakukan mengingat kondisi suami Anda saat ini guna mendapatkan sperma yang berkualitas.

Beberapa wanita akan diminta untuk terlebih dahulu mengonsumsi pil hormonal (4-6 minggu sebelum inseminasi) guna merangsang terjadinya ovulasi (matang dan keluarnya sel telur).

Angka keberhasilan IUI akan tergantung oleh beberapa hal, yaitu :

  • usia wanita
  • kualitas sel telur
  • kualitas sel sperma
  • endometriosis yang parah
  • kerusakan pada saluran tuba

Pasangan yang melakukan inseminasi memiliki kemungkinan berhasil sekitar 5-20% setiap siklusnya. Persentase keberhasilan dapat ditingkatkan apabila dikombinasikan dengan terapi hormonal sebelumnya. Inseminasi buatan ini memang tidak selalu berhasil untuk setiap pasangan. Beberapa pasangan mungkin membutuhkan beberapa kali mencoba baru terjadi kehamilan. Umumnya inseminasi buatan dilakukan sebanyak 3 kali sebelum terjadinya kehamilan atau beralih ke terapi lainnya.

Konsultasikanlah hal ini lebih lanjut kepada dokter kebidanan dan kandungan Anda.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,

Redaksi Klikdokter.

    0 Komentar

    Belum ada komentar