Sukses

Selingkuh, kepercayaan jadi hilang

16 Oct 2014, 14:13 WIB
Wanita, 25 tahun.
Saya baru saja menikah sekitar 5 bulan yang lalu. ternyata minggu kemarin, suami saya mengakui kesalahannya bahwa selama 1 bulan sebelum pernikahan berlangsung dia selingkuh dengan perempuan lain. dan parahnya lagi dia juga masih berhubungan dengan suami saya sewaktu menceritakan kepada saya. saat bercerita, memang dia sangat jujur, sampai segala apapun dia ceritakan. Mendengar semua itu, dunia rasanya runtuh, kami yang selama ini saya anggap bahagia, ternyata saya salah besar. Pacaran yang kami pupuk selama 3.5 tahun hancur. Kepercayaan pun hilang saat itu juga. Setelah itu, suami saya mengakui kesalahannya dan berusaha memperbaiki kesalannya tersebut. Kepercayaan yang sudah hilang, kini perlahan2 dia bangun kembali. Yang saya tanyakan, apakah yang membuat laki2 selingkuh, manis didepan mata tapi ternyata menusuk saya dari belakang? Apakah yang harus saya perbuat, bertahan atau menyudahinya? Apabila bertahan mungkinkah dia akan melakukannya lagi? Karena, orang yang selingkuh terkadang menjadi ketagihan, benarkah? Sementara terkadang ada perasaan yang sangat kecewa ketika saya mengingat hal itu. Mohon masukannya. Terima kasih ( perempuan, 25 thn,157 cm,48 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Jawaban dari pertanyaan akan kembali kepada Anda. Dimana dalam hal ini, Anda dan Tuhan-lah yang paling mengenal diri Anda sendiri dalam menghadapi persoalan polemik komitmen dalam pernikahan ini.

Sedikit masukan dari aspek kejiwaan, terdapat dua opsi solusi yang sangat erat dengan kondisi karakter Anda. Jika Anda seorang retrospective (menjalani hidup dengan selalu memandang ke masa lalu), akan sulit sekali bagi Anda untuk dapat melalui cobaan ini selama sisa hidup Anda. Satu hal yang paling penting dalam membangun suatu hubungan adalah kepercayaan. Komitmen tanpa kepercayaan, hanyalah akan menambah daftar kerugian dari kedua belah pihak dalam berbagai aspek.

Perlu tinjauan lebih obyektif, tinjau ulang kondisi masing-masing pihak. Pikirkan dengan pola pikir jernih melihat untung dan ruginya jika Anda mengambil keputusan untuk tidak atau justru memertahankan rumah tangga Anda.

Jika Anda merasa untuk tidak mampu memberikan toleransi atas dampak trauma yang diakibatkan perbuatannya, ambilah keputusan dengan bijaksana dan tegas. Butuh nyali dan ketegaran hati untuk seorang wanita dalam mengambil keputusan bersikap dalam suatu episode terpenting dalam hidup. Perlu sekiranya untuk menginformasikan kepada pihak keluarga suami dan pihak keluarga Anda sendiri akan duduk persoalan yang dihadapi. Pastikan seluruh pihak mengetahui persis alasan Anda akan pilihan jalan perceraian. Kemukakan dengan sikap bijaksana dan tegas. Anda masih sangat muda, beroptimislah dalam hidup karena masih banyak hal yang perlu dilakukan selagi single.

Dilain sisi, Anda masih dapat memilih untuk memberikan toleransi kepada suami Anda yang sedang berusaha keras memerbaiki sikapnya. Jika demikian, berika sebuah toleransi dengan syarat. Berikan ultimatum tidak akan ada kesempatan berikutnya jika ia mengulangi kembali. Bagaimanapun juga dia adalah suami Anda, segala kekurangan yang terdapat pada dirinya, sebagai istri Anda dituntut menerima dirinya apa adanya. Tuhan saja masih memberikan maaf kepada hambaNya yang mau bertobat, meskipun dosanya setinggi 8x langit. Sedangkan kita hanya makhlukNya yang rentan melakukan kesalahan.

Pun jika benar dirinya kelak menjadi pribadi pria yang lebih baik dari hari kemarin, berikanlah kepercayaan Anda kembali. Be fair. Namun berikan kepercayaan Anda dengan waspada. Tapi bukan berarti dengan kecurigaan. Tidak seorang pun didunia ini ada yang senang untuk dicurigai dalam hal masalah perkawinan. Jangan sampai terdapat friksi kecil akibat pertanyaan-pertanyaan bodoh. Waspada dalam arti Anda memiliki tindakan reserve disamping sikap kesiapan menanggung resiko dari memberikan kepercayaan kepada dirinya. Masih banyak cara untuk dapat memulihkan kepercayaan Anda kepada dirinya. Be creative and smart. Disinilah kekompakan Anda dan dirinya teruji, dirinya harus sadar sepenuhnya kepercayaan Anda sangat mahal harganya. Jika Anda berdua berhasil mewujudkannya, tidak menutup kemungkinan keharmonisan rumah tangga akan bersemi kembali.

Tambahkan pula penjelasan kepada dirinya, satu-satunya alasan kenapa Anda memilih memberikan toleransi kepada dirinya adalah semata karena untuk ibadah menjadi seorang istri yang disayang Tuhan. Bukan karena fasilitas nafkah dari dirinya diberikan kepada Anda, bukan karena putra ataupun putri, atau bahkan pertimbangan beban moral daripada pandangan para keluarga besar dari kedua belah pihak.

Apapun keputusan Anda, ikuti apa yang ada dalam kata hati kecil Anda. Terpenting dalam kehidupan Anda adalah Anda bahagia. Jika Anda bahagia, kemungkinan terserang ancaman penyakit akan lebih kecil. Perlu proses dalam memertimbangkan solusi persoalan ini. Tajamkan intuisi wanita yang Anda miliki dengan mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa. Mengharap petunjuk dan solusi yang terbaik dan yang paling sesuai dengan diri Anda. Tiada yang mengenal diri Anda lebih baik daripada Pencipta Anda sendiri.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Salam.

Tim Redaksi Klikdokter.com

    0 Komentar

    Belum ada komentar