Sukses

Bak sering malam hari, diabetes?

16 Oct 2014, 14:12 WIB
Pria, 28 tahun.
dok mau nanya nih, dari tahun 99 frekuensi BAK saya sering, sampe sama dokter di cek lab, trus di rontgen, trus di usg katanya curiga kalo ada gejala batu ginjal ato kencing batu, tapi setelah di cek bersih tidak ada tanda2 menunjuk ke salah satu penyakit tersebut. trus baru-baru ini saya coba cek darah takutnya dari gejala kencing manis hasil lab menunjukan bersih dari kemungkinan penyakit tersebut. kira2 kenapa ya dok?? gimana solusinya?? soalnya kalo malam juga frekwensinya masih sering jadi istirahat juga terganggu nuhun dok ........( laki-laki, 28 thn,163 cm,78 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak / saudara yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Banyak berkemih terutama di malam hari memang  dapat dicurigai sebagai salah satu gejala dari diabetes melitus. Namun apabla kadar gula darah dan urin normal, maka mungkin salah satu penyakit yang dapat dipikirkan sebagai penyebab dari keluhan Anda adalah Diabetes Insipidus.

Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri). Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak.

Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik). Penyebabnya macam-macam, diantaranya adalah kelainan fungsi hipotalamus dan hipofisis, tumor, TBC, cedera otak, dsbnya.

Gejalanya umumnya adalah rasa haus dan pegeluaran air kemih yang berlebihan terutama di malam hari. Dibutuhkan beberapa pemeriksaan seperti water deprivation test untuk menegakkan penyakit ini. Terapi akan disesuaikan dengan penyebabnya. Kami sarankan agar Anda berkonsultasi kepada dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi lebih lanjut. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar