Sukses

Anak radang tenggorokan dan diare

19 Oct 2014, 16:31 WIB
Pria, 30 tahun.
dok sekarang anak saya yang kedua perempuan, umur 3,5 bulan mengalami radang tenggorokan, apa ada pengaruh radang tenggorokan dengan diare, soalnya dia juga diare dalam 1 x 24 jam BABnya 7 kali mohon penjelasan dokter, saya sudah beri pedyalit apa tindakan saya itu benar dok ?, saya sangat menunggu penjelasan dokter secepatnya ( laki-laki, 30 thn,165 cm,70 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak / saudara yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Diare  dan radang tenggorokan merupakan 2 hal yang berbeda. Radang  tenggorokan dapat disebabkan karena iritasi oleh bahan iritan (makanan  yang digoreng, es), ataupun infeksi bakteri atau virus.

Diare sendiri berdasarkan definisi merupakan BAB cair > 3x/hari yang  terbagi atas akut (< 7 hari) dan kronik. Diare pada anak paling sering  disebabkan oleh infeksi rotavirus yang sebenarnya akan sembuh sendiri  dalam beberapa hari. Penyebab lainnya adalah mudahnya terjadi gangguan  pencernaan dengan dicetuskan oleh makanan / minuman (termasuk susu)  karena pencernaan bayi yang masih belum sempurna. Lalu penyebab ketiga  adalah infeksi oleh bakteri yang umumnya disertai dengan demam.

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar  terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi  (kekurangan cairan) akibat diare.Seperti penjelasan saya diatas,  penyebab diare pada anak < 2 tahun sebagian besar adalah rotavirus  yang akan sembuh sendiri dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Yang  diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak.

Tindakan yang Anda lakukan sudah benar, pedialit adalah cairan  elektrolit untuk menggantikan hilangnya cairan pada anak akibat muntah  / diare. Untuk bayi usia 3,5 bulan, jangan lupa untuk meneruskan ASI  eksklusif dan ditambahkan dengan pedialit. Harap diingat bahwa  pedialit tidak akan menghentikan diare, pedialit hanya akan mengganti  cairan tubuh bayi.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak  adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai  berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan.  Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan  anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan,  segera bawa anak ke dokter. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar