Sukses

Hukuman untuk anak?

20 Oct 2014, 10:12 WIB
Pria, 5 tahun.
anak saya yg pertama laki2 5 th sering usil sama adiknya perempuan 2th, memang menurut saya masih wajar walaupun kadang bikin kesel, krn hal ini dia sering dimarahi ayahnya dan dihukum biasanya hukumannya disuruh berdiri diam beberapa menit, bgm pengaruh hukuman ini pada psikologisnya? efektifkah hukuman seperti ini? dan bgm seharusnya kita sebagai orang tua? ( laki-laki, 5 thn,110 cm,18 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Dewasa ini memang sudah  dikenal dua hukuman untuk anak-anak, yaitu satu hukuman dan kedua  pujian. Tergantung juga pada kondisi dan situasi seseorang kapan hukuman itu diberikan. Sedapat mungkin usahakanlah untuk tidak menghukum. Tapi lebih baik memberi hadiah kalau si anak tidak melakukan kesalahan lagi atau kalau dia berhasil atau sukses didalam melakukan suatu pekerjaan.

Pendidikan dari kedua orangtuanya pun memiliki peran penting. Dalam hal ini perlu ditinjau apakah orangtua dengan sang buah hati memiliki quality time yang cukup? Sebab anak dalam masa perkembangannya banyak melakukan meniru dan mencontoh.

Jangan terlalu banyak melarang.Lebih baik kalau diberikan contoh teladan, misalnya bagaimana dirinya menyayangi adiknya. Diharapkan dari cara tersebut akan timbul sebuah pemahaman pada dirinya akan apa yang dilakukannya itu adalah salah.

Namun terlepas dari hal itu semua, besar kemungkinan maksud sang kakak adalah mengajak bermain sang adik, namun karena belum menemukan pola yang pas mengajak bermain sang adik yang notabene adalah perempuan, maka yang timbul adalah polah tingkah dasar kekanak-kanakan, dalam hal ini, usil.

Seperti halnya ditemui cukup banyak si kakak lebih banyak  mengganggu, yang maksudnya adalah dia mengajak adiknya bermain, namun lawannya dalam hal ini adiknya belum mampu untuk mengikuti kemauan dan niat kakaknya,sehingga yang dilakukan oleh si kakak adalah berbentuk gangguan,apakah mencubit,menekan atau membuat adiknya menangis.

Nah, dalam hal ini janganlah terlalau cepat beranggapan bahwa si kakak berniat murni menganggu adiknya tapi ajaklah si kakak ini bermain-main dengan adiknya dengan cara si ibu  atau ayahnya ikut bermain-main dengan melakukan juga apa yang dilakukan oleh si kakak kepada adiknya.

Dengan demikian si kakak tidak lagi melakukan perbuatan yang kita katakan mengganggu adiknya itu. Sejauh itu sebaiknya adiknya dan kakaknya diajak bersama bermain dengan cara si ibu memegang atau memihak kepada adiknya, jadi adiknya seperti sudah bisa diajak bermain.

Jadi intinya kebersamaan itu akan mengurangi gangguan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Terimakasih.

Dr. Sukardi, SpKJ(K)
(Redaksi Pengasuh Rubrik Seks & Andrologi Klikdokter.com)

    0 Komentar

    Belum ada komentar