Sukses

Disfungsi ereksi

20 Oct 2014, 10:13 WIB
Wanita, 33 tahun.
Suami saya menderita disfungsi ereksi. kami sudah konsultasi ke dokter andrologi dah menjalani pemeriksaan bermacam2 dan ternyata suami saya tidak ada kelainan. Diberi obat vitamin dan obat untuk mempertahankan ereksi. Tapi tidak ada perbaikan sampai sekarang. Bagaimana menurut dokter? apa yg sebaiknya kami lakukan?( perempuan, 33 thn,157 cm,48 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Disfungsi seksual dapat merupakan gejala masalah biologis (biogenik) atau konflik intrapsikis atau interpersonal (psikogenik) atau kombinasi dari kedua faktor tersebut.

Penting untuk diinformasikan kepada kami mengenai kondisi fisik dan kebiasaan sehari-hari suami Anda, apakah suami Anda perokok? Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan pengaruh rokok terhadap disfungsi ereksi. Hirskowitz M, Karacan I, Howell JW, Arcasoy MO, Williams RL dalam Journal of Urology melaporkan hubungan antara merokok dengan fungsi ereksi pada 314 lelaki perokok yang mengalami disfungsi ereksi.

Untuk mendapatkan informasi menyeluruh mengenai serba-serbi Disfungsi Ereksi, Anda dapat mengakses artikel Klikdokter.com mengenai seputar informasi serba-serbi Disfungsi Ereksi. Untuk kemudahannya, Anda dapat mengakses URL link berikut ini setelah log-in sebagai member di www.klikdokter.com:

Disfungsi Seksual :
https://www.klikdokter.com/illness/detail/169

Hubungan Merokok & Disfungsi Seksual :
https://www.klikdokter.com/article/detail/240

Does Size Matter? :
https://www.klikdokter.com/article/detail/438

Disfungsi Seksual Pada Wanita :
https://www.klikdokter.com/article/detail/289

Semoga artikel-artikel tersebut dapat memberikan sedikit pencerahan kepada Saudari.

Dalam melaksanakan fungsi seksual, tiap-tiap individu sangat bervariasi, pengaruh dari stress baik dari psikis maupun lingkungan dapat berpengaruh dalam tiap fase dalam siklus seksualnya. Ketidakmpuan (disfungsi) seksual dapat berlangsung selama seumur hidup atau didapat, yakni terjadi setelah seorang individu dapat melakukan fungsi seksualnya secara normal.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

 


Dr. Sukardi, SpKJ(K)

(Redaksi Pengasuh Rubrik Seks & Andrologi Klikdokter.com)

    0 Komentar

    Belum ada komentar