Sukses

Penggunaan minyak goreng dalam memasak

20 Oct 2014, 10:12 WIB
Wanita, 22 tahun.
pagi, Dok. saya sehari-hari masak sendiri. berapa takaran maksimal minyak goreng yang sebaiknya digunakan untuk sekali masak? baiknya saat memasak, apakah pakai minyak sawit atau mentega? kalau pakai olive oil, apakah kandungan zatnya akan menguap saat memasak? terima kasih, Dok.( perempuan, 22 thn,158 cm,54 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang Anda ajukan :

1. Berapa takaran maksimal minyak goreng yang sebaiknya digunakan untuk sekali masak?

Tidak ada takaran tertentu dalam memasak. Yang perlu diketahui adalah makanan yang digoreng lebih banyak mengandung lemak dan kolesterol dibandingkan dengan makanan yang dikukus, dibakar, atau dipanggang

2. Baiknya saat memasak, apakah pakai minyak sawit atau mentega?

Minyak sawit dengan Derivat Super Olein pada mulanya dikenal dengan nama Tropical Oil, biasa digunakan sebagai minyak sayur atau minyak goreng. Selain itu juga menjadi bahan pembuatan margarin yang biasa dioleskan pada roti tawar, shortening untuk pembuatan roti dan biskuit, dan sebagai bahan baku deep frying oil yang banyak digunakan untuk menggoreng di restoran fast food. Minyak sawit sendiri mengandung beta keroten atau pro-vitamin A dan vitamin E untuk menurunkan kolesterol dan menghambat penuaan. Secara alami minyak sawit merupakan sumber asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA = Mono Unsaturated Fatty Acid) dan asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA = Poly Unsaturated Fatty Acid).

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3744-1995), mentega adalah produk makanan berbentuk padat lunak yang dibuat dari lemak atau krim susu atau campurannya, dengan atau tanpa penambahan garam (NaCl) atau bahan lain yang diizinkan, serta minimal mengandung 80 persen lemak susu. Selain garam dapur, ke dalam mentega juga ditambahkan vitamin, zat pewarna, dan bahan pengawet (misalnya sodium benzoat).

Mentega dapat dibuat dari lemak susu (terutama lemak susu sapi) yang manis (sweet cream) atau asam.
Lemak memiliki komposisi terbesar dalam mentega jika dibandingkan dengan protein dan karbohidrat. Kandungan protein dan karbohidrat pada mentega sangat rendah, yaitu sekitar 0,4-0,8 gram per 100 gram.

Jumlah asam lemak jenuh, asam lemak tidak jenuh tunggal, dan asam lemak tidak jenuh majemuk pada mentega masing-masing 47,35; 26,10; dan 2,24 g per 100 gram. Karena terbuat dari krim susu, tentu saja kandungan kolesterol mentega cukup tinggi. Namun perlu diketahui bahwa mentega kaya vitamin yang mudah diserap, yaitu vitamin A yang sangat dibutuhkan tubuh dalam fungsi fisiologis dan pemeliharaan sistem endokrin, juga vitamin D, E, K yang larut dalam lemak.

Jadi kalau ditanyakan mana yang lebih baik, maka akan tergantung dari penggunaan. Minyak sawit memang kaya akan asam lemak tidak jenuh namun apabila dipakai untuk deep frying oil maka kandungannya pun tidak sebaik waktu awal. Mentega memang mengandung kolesterol, namun perlu diperhatikan bahwa kolesterol dalam jumlah tertentu memang dibutuhkan tubuh, begitu pula kandungan vitamin di dalamnya. Jadi cara penggunaan yang benarlah yang diperlukan, seperti memilih untuk memasak dengan cara menumis dibandingkan dengan cara menggoreng dengan minyak yang banyak

3. Kalau pakai olive oil, apakah kandungan zatnya akan menguap saat memasak?

Apabila Anda menggunakannya dengan panas yang tinggi (untuk menggoreng dengan minyak banyak), maka tidak ada bedanya kandungan olive oil dengan minyak lainnya. Namun apabila hanya menumis dimana hanya membutuhkan sedikit minyak dalam waktu singkat maka Anda akan mendapatkan kandungan olive oil sesungguhnya.

Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar