Sukses

Gastritis vs Batu empedu

20 Oct 2014, 10:12 WIB
Wanita, 19 tahun.
dok, saya mau tanya tentang batu empedu... 3 tahun yang lalu saya pernah USG karena saya menderita gastritis dan sedang dalam rawat inap sehingga dokter menyarankan saya untuk USG untuk melihat bagaimana keadaan lambung saya... dan ternyata keadaan lambung saya sangat normal walaupun saya sudah mengalami mual, muntah yang bewarna seperti kunyit, perut melilit sehingga tidak bisa berdiri, ulu hati seperti diikat tali yang kuat, keringat dingin, sampai napas saya jadi sesak karena menahan sakit... Tapi ada hal yang mengejutkan ternyata saya mengidap batu empedu..kata dokternya masih kecil tapi sebaiknya saya melakukan diet ringan,,seperti mengurangi makan lemak, daging, dan beberapa pantangan makanan lainnya... YANG INGIN SAYA TANYAKAN : 1. apakah penyakit yang saya derita berdasarkan gejala-gejala diatas?apakah benar Gastritis??? 2. apakah batu empedu yang saya derita itu berbahaya??dan apa langkah sederhana yang bisa saya lakukan untuk mengurangi batu empedu tersebut??? atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih...( perempuan, 19 thn,163 cm,52 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunalan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Berdasarkan gejala-gejala yang Ibu tuliskan, memang masih bisa disebabkan oleh gastritis. Terutama apabila nyeri dirasakan di daerah ulu hati dan bagian perut kiri atas, serta bila keluhan terutama muncul jika Ibu terlambat makan.

Biasanya batu empedu pada awalnya tidak memberikan keluhan apa-apa. Namun, jika sudah berukuran lebih dari 8mm (kemungkinan terjadi penyumbatan saluran empedu lebih besar) barulah akan menimbulkan gejala. Karena pada dasarnya kantung empedu itu berkontraksi, maka batu yang ada di kantung empedu akan berusaha didorong keluar, hingga pada suatu keadaan (batu yang berukuran besar), batu yang terdorong keluar akan menyangkut di saluran empedu. Keluhan utamanya berupa nyeri (biasanya hilang timbul) yang sangat hebat di perut kanan atas yang menjadi semakin hebat seiring dengan waktu (dalam beberapa jam). Dapat juga dirasakan nyeri pada punggung (diantara kedua tulang belikat) atau pada pundak kanan.

Berbeda dengan gastritis, biasanya nyeri dirasakan setelah makan makanan berlemak dan sering terjadi pada malam hari. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri ini adalah dengan minum banyak air pada awal serangan. Cara lain adalah dengan mengonsumsi magnesium diikuti dengan minum cairan yang pahit seperti kopi satu jam kemudian. Cairan yang pahit menstimulasi laju aliran empedu. Selain nyeri, terdapat beberapa gejala lainnya. Seperti mual dan muntah, kentut, dan diare.

Batu empedu kolesterol terkadang dapat dilarutkan dengan obat ursodeoxycholic acid. Jika gejala nyeri yang diraskan sangat berat, dapat dilakukan operasi pengangkatan kantung empedu. Selain itu, ikutilah saran dokter Ibu dengan mengurangi makanan yang berlemak.

Berdasarkan uraian di atas, apakah gejala yang Ibu alami lebih ke arah gastritis (nyeri perut pada ulu hati, terutama bila telat atau belum makan) atau batu empedu (nyeri setelah makan-makanan berlemak, pada perut kanan atas, bisa dirasakan di punggung atau bahu kanan)? Diskusi atau konsultasikanlah masalah ini dengan dokter Ibu. Jika memang gejala lebih mengarah ke gastritis, sebaiknya Ibu membiasakan makan yang teratur - jangan telat makan. Jika dengan perubahan pola makan dan pemberian obat-obatan penetralisasi asam lambung keluhan tetap ada, sebaiknya tanyakan kepada dokter Ibu kemungkinan dilakukannya tindakan endoskopi untuk melihat secara langsung permukaan dalam saluran pencernaan Ibu.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih.

 

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar