Sukses

Floating Head Janin

20 Oct 2014, 10:12 WIB
Wanita, 27 tahun.
Hallo dok, usia kehamilan saya sudah memasuki minggu ke 37, tapi kata bidan yg memeriksa saya, kepala bayi belum turun, yang saya tahu..pada umumnya janin turun diusia 35 minggu...menurut dokter..bagaimana kondisi saya itu, cara mengatasinya ??. oh ya satu lagi..kedua tangan saya seperti mengalami kesemutan.. hingga sering susah untuk menggenggam sesuatu. sebelumnya saya ucapakan terima kasih atas jawabannya( perempuan, 27 thn,153 cm,61 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Memang biasanya kepala janin akan turun antara usia kehamilan 36 - 38 minggu. Namun penelitian menunjukkan bahwa pada kehamilan pertama, kepala janin biasanya baru turun pada usia kehamilan di atas 38 minggu. Kepala bisa saja baru turun saat akan melahirkan. Keadaan kapala janin yang belum turun dapat disebut juga kepala melayang atau "free-floating head".

Apakah yang menjadi penyebab hal ini? Pada sebagian besar kasus, penyebabnya adalah presentasi kepala janin yang belum ideal untuk kelahiran. Posisi yang ideal adalah bila dagu janin menempel pada dada, dan janin mengadap ke arah punggung Ibu atau ke arah ginjal kanan Ibu.

Penyebab lainnya adalah letak plasenta (ari-ari) yang rendah yang menahan kepala janin sehingga tidak dapat turun. Untuk menyingkirkan kemungkinan adanya plasenta letak rendah ini sebetulnya perlu dilakukan pemeriksaan ultrasonografi. Risiko yang mungkin terjadi pada keadaan ini adalah perdarahan pada triwulan terakhir sehingga janin harus dilahirkan secepatnya, dengan operasi cesar. Ada baiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan ultrasonografi tersebut, untuk menyingkirkan kemungkinan plasenta letak rendah ini.

Keluhan kesemutan pada pergelangan, sering dialami oleh Ibu hamil. Keadaan ini disebut Sindrom Terowongan Karpal. Biasanya, sindrom ini berhubungan dengan kegiatan yang melibatkan gerakan repetitif pergelangan tangan dalam waktu yang lama. Namun, keadaan ini juga sering ditemukan pada perempuan yang sedang hamil.

Terowongan karpal merupakan terowongan tulang yang terbentuk dari tulang-tulang pergelangan dari tiga sisi serta jaringan ikat yang berjalan melintasi pergelangan tersebut. Pembengkakan dan retensi (tertahannya) cairan yang umum ditemui pada saat hamil dapat meningkatkan tekanan pada rongga yang kecil ini, sehingga menekan saraf medianus yang berjalan di dalamnya. Saraf medianus mempersarafi jempol, jari telunjuk, tengah, dan setengah dari jari manis. Karena itu, penekanan saraf tersebut menimbulkan gejala seperti kesemutan dan nyeri, terutama pada keempat jari tersebut, dan dapat menjalar ke atas.

Cara mengatasi rasa kesemutan dan nyeri yang ada adalah dengan menghindari aktivitas-aktivitas yang membutuhkan gerakan pergelangan tangan yang repetitif dan membutuhkan tenaga. Gerakan-gerakan tersebut dapat membuat gejala memberat. Jika keluhan terutama dirasakan saat malam hari, ubah posisi tidur dan coba taruh lengan di atas satu atau dua bantal. Jangan tidur menimpa tangan. Jika terasa nyeri sewaktu bangun, goyang-goyangkanlah tangan. Jika setelah melakukan cara-cara di atas gejala tidak berkurang, konsultasilah dengan dokter Ibu.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih.

 

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar