Sukses

Pil KB untuk oligomenore

20 Oct 2014, 10:12 WIB
Wanita, 26 tahun.
dok, menyambung konsultasi ttg siklus haid >35 hari, hingga hari ini setelah siklus saya mencapai 50 hari saya belum haid, lalu ketika ke dokter saya diberi obat hormon medroxyprogesterone acetate utk memancing haid. Lalu dokter saya bilang kalo 2 bulan ke depan siklus haid saya masih panjang, saya harus terapi hormon untuk normalkan siklus saya jadi teratur 28 hari dgn pemberian pil KB selama 3 bulan. Yg ingin saya tanyakan: 1. Amankah terapi hormon dgn pil KB tersebut bagi saya yg belum menikah dan belum pernah hamil? Ada yg bilang takutnya rahim akan kering. 2. Apa efek samping terapi hormon tsb.? Terima kasih. Mohon penjelasannya.( perempuan, 26 thn,150 cm,49 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Agar terjadi menstruasi, diperlukan perjalanan atau rantai hormonal dari kelenjar hipotalamus ke hipofisis, kemudian ke indung telur. Rantai hormonal ini juga menstimulasi dinding dalam rahim yang disebut endometrium. Adanya gangguan pada rangkaian rantai hormonal tersebut akan menyebabkan gangguan menstruasi. Pil KB mengandung kombinasi hormon progesteron dan estrogen. Pemberian hormon ini secara teratur bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan hormonal dalam siklus menstruasi sehingga menstruasi dapat muncul kembali. Karena itu, penggunaan pil KB ini aman untuk perempuan yang belum menikah dan belum pernah hamil, karena sebetulnya ditujukan untuk mencapai siklus menstruasi yang teratur. Dengan siklus menstruasi yang teratur, pada akhirnya pun, kesempatan untuk dapat hamil lebih besar.

Efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal ini antara lain: perdarahan tidak teratur (umumnya menghilang setelah 3 bulan pemakaian), meningkatkan tekanan darah (dapat kembali normal bila oral kombinasi dihentikan), bekuan darah pada vena tungkai (3-4 kali pada pil KB dosis tinggi), meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, risiko stroke (pada wanita usia > 35 tahun).

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih.

 

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar