Sukses

Tahan dingin, mudah gerah?

20 Oct 2014, 10:11 WIB
Pria, 28 tahun.
Dok, akhir-akhir ini badan saya mudah merasa gerah bila suhu ruangan atau cuaca sedang panas. Sebaliknya bila cuaca sedang dingin atau berada di ruangan ber-AC saya tidak mudah kedinginan. Kebetulan saya bekerja di perusahaan TI dan tugas saya berkaitan dengan server. Dulu, saya tidak tahan berlama-lama di ruangan data center yang suhunya sekitar 16-18 derajat celcius. Paling cuma tahan 5 menit, bila lebih maka saya harus mengenakan jaket sebagai pelapis pakaian supaya tidak kedinginan. Beberapa hari yang lalu saya justru bisa tahan bekerja di dalam data center dari sekitar jam 3 sore sampai jam 11 malam tanpa mengenakan jaket sementara rekan kerja saya tidak ada yang tahan bila tidak mengenakan jaket lebih dari 10 menit. Pertanyaan saya, apakah ada kelainan pada kulit atau jaringan saraf saya hingga saya bisa merasa mudah kegerahan namun tidak mudah kedinginan? Terima kasih atas perhatian dan balasannya Dok.( laki-laki, 28 thn,170 cm,67 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Aklimatisasi merupakan proses dimana tubuh menyesuaikan diri terhadap suhu lingkungan sekitar. Proses ini biasanya berlangsung selama 2 minggu, lebih cepat terhadap suhu panas. Karena Bapak bekerja di ruangan ber-AC yang dingin, setelah beberapa lama tubuh Bapak mulai dapat menoleransi suhu lingkungan yang dingin. Sebaliknya menjadi kurang toleran terhadap suhu yang panas. Sebaliknya, jika Bapak lebih terbiasa bekerja pada ruangan bertemperatur lebih panas, Bapak akan lebih tahan terhadap suhu panas dibandingkan dingin.

Toleransi terhadap temperatur juga dipengaruhi oleh kondisi fisik, usia, dan beberapa faktor lain. Kecepatan metabolisme (kecepatan tubuh mengkonversi makanan menjadi energi) juga merupakan salah satu faktor yang menjadi pengaruh. Orang yang memiliki kecepatan metabolik yang tinggi lebih toleran terhadap suhu lingkungan dingin, karena proses metabolisme tersebut menghasilkan panas dalam tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa toleransi seseorang terhadap suhu lingkungan yang panas atau dingin juga dipengaruhi oleh persepsi (psikologis) orang tersebut.

Yang perlu diperhatikan adalah apabila tubuh terlalu panas atau keringat yang keluar berlebihan. Keadaan ini dapat menjadi indikator adanya gangguan pada kelenjar gondok. Namun, intoleransi terhadap panas juga dapat disebabkan oleh banyak minum minuman yang mengandung kafein (kopi, soda).

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih.

 

(Tim Redaksi Klikdokter)

    1 Komentar

    • Melky Losu

      Ada kesamaan dengan yang saya alami. Tapi bedanya, tempat saya bekerja tidak ber-ac. maksud saya adalah, jika tubuh melakukan penyesuaian terhadap suhu lingkungan, rasanya tidak dengan saya