Sukses

Sirosis hati

20 Oct 2014, 10:31 WIB
Wanita, 28 tahun.
Saya mau menanyakan mengenai penyakit sirosis hati. Ayah saya berusia 66 th ketika didiagnosa menderita sirosis hati Child B-C. Sebelumnya beliau tidak pernah sakit ataupun diopname, tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol. Tanda-tanda klinisnya adalah muntah & berak darah, perut membesar, kulit telapak tangan agak kuning, perut terasa penuh jika diisi sedikit makanan, nyeri di perut. Gula darah meningkat, hemoglobin menurun. Yang ingin saya tanyakan, pada stadium tersebut biasanya pengobatan apa saja yg bisa diberikan dari pihak rumah sakit (sekarang Ayah saya masih diopname)? Apakah sel-sel yang sudah rusak tidak mungkin diselamatkan? Bagaimana efeknya dengan organ-organ lain? Demikian pertanyaan-pertanyaan saya. Terima kasih sebelumnya atas kesediaannya untuk menjawab. Regards, Gina(perempuan, 28 th,150 cm,45 kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang terhormat,


Terimakasih atas kepercayaan anda. Saya dapat memahami kekhawatiran yang anda rasakan.

Sirosis hati merupakan suatu kondisi terminal dari penyakit hati kronik. Di Indonesia, seringkali penyakit ini disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C. Sebagian pasien yang terinfeksi hepatitis B atau C bisa saja tidak memiliki keluhan (tanpa gejala/asimtomatik). Hal ini baru disadari saat penyakit telah memasuki stadium akhir. Berdasarkan keterangan yang anda berikan, ayah anda telah memperlihatkan gejala dari sirosis hati. Apabila seorang pasien telah mencapai sirosis hati, maka tatalaksana yang dilakukan adalah memperlambat/mencegah progresivitas dan mencegah agar tidak terjadi kondisi lanjut/komplikasi akibat sirosis. Komplikasi yang sering terjadi adalah:

  1. Perdarahan varises pembuluh darah di daerah kerongkongan/lambung. Gejala: muntah dan berak darah, dsb

  2. Asites (pembengkakan perut yang berisi cairan). Gejala: perut membesar, begah, cepat kenyang jika diisi sedikit makanan, nyeri perut, dsb

  3. Ensefalopati hepatikum. Gejala: gangguan kesadaran, bertingkah aneh, mengantuk terus, dsb

  4. Dan lain-lain

Untuk mencegah hal tersebut terjadi dapat diberikan terapi gizi/nutrisi, obat-obatan dan terapi intervensi atau pembedahan. Beberapa terapi yang mungkin diberikan antara lain: asupan nutrisi dan kalori yang cukup, zinc (akibat kekurangan zat tersebut), cholestyramine (apabila timbul gatal-gatal), suplementasi kalsium dan vitamin D (untuk pasien dengan risiko tinggi osteoporosis), infus albumin (untuk tatalaksana asites/perut bengkak), endoskopi (pada pasien yang mengalami pecah pembuluh darah di kerongkongan  (varises esofagus), dsb. Selain itu, apabila pasien memenuhi indikasi, dapat dilakukan transplantasi hati.

Hingga saat ini belum terdapat terapi definitif untuk sirosis. Karena pada sirosis telah terbentuk jaringan parut pada sebagian besar organ hati, maka pada umumnya sel-sel hati tidak dapat pulih kembali. Adapun efek sirosis pada organ-organ lain terkait dengan fungsi hati bagi tubuh dan komplikasi yang terjadi. Hati memiliki banyak fungsi, antara lain adalah: menyaring toksin/racun, mengolah obat dan makanan, membentuk sel-sel darah (sel imun dan sel untuk pembekuan darah), sebagai tempat pengolahan energi dan membentuk cadangan energi, dsb. Apabila seseorang mengalami sirosis, tentu saja fungsi-fungsi diatas akan mengalami gangguan. Beberapa organ yang dapat terganggu akibat sirosis hati antara lain: ginjal, pembuluh darah, kulit, dsb. Sebagai contoh: pada orang dengan sirosis hati, akibat terbentuknya jaringan parut, aliran darah balik ke hati akan mengalami hambatan. Hal ini akan mengakibatkan pembuluh darah membengkak dan kemudian apabila tidak ditangani dengan baik dapat pecah dan mengakibatkan perdarahan.

Saat ini yang terpenting adalah berobat rutin dan kontrol secara teratur ke dokter. Diharapkan dengan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien serta dilakukan tatalaksana yang optimal, dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan mencegah terjadinya komplikasi lanjut yang lebih buruk.


Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (SO)

Terimakasih,

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar