Sukses

Tidak puas dalam hubungan intim

20 Oct 2014, 10:11 WIB
Wanita, 25 tahun.
Dokter yg terhormat, usia saya 25 thn & suami 30 thn.Saya menikah baru 7 bln. Tp kelihatannya suami saya krg tertarik utk ML, sejak menikah kami ML cuma 1x seminggu. Itu jg hrs saya yg mengajak duluan, malah biar saya yg mengajak duluan, dia selalu menolak dgn alasan capek,ngantuk,dll, tapi ujung2nya dia mau jg setelah saya paksa secara halus. Tapi meskipun kami jadi ML, tp tdk bisa bertahan lama, paling cuma bertahan 5 menit,suami sdh keluar. Akhirnya selalu berujung dgn kekecewaan, sedih, marah, saya merasa tdk puas. Dgn frekuensi 1x seminggu saja, saya jg sebenarnya krg puas, saya inginnya 2-3x seminggu.Saya sebenarnya ingin membicarakan hal ini dgn suami, tetapi takut dia tersinggung. Tapi kalau dibiarkan saja, saya takut makin lama akan bertambah parah & takut mempengaruhi hubungan kami sebagai suami istri.Apa yg hrs saya lakukan dok? Apakah suami saya mempunyai kelainan? Kalau memang suami saya punya kelainan, apakah ada obatnya? Apakah normal hub sex kami dgn frekuensi 1x seminggu berhubung kami blm lama menkah?Terima kasih atas jawaban dokter.GBU.( perempuan, 25 thn,155 cm,43 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Frekuensi hubungan seksual memang ditentukan oleh masing-masing pasangan. Ada yang cukup puas dengan 1x/minggu atau ada yang puas dengan 1x/bulan atau bahkan ada yang harus 2x/hari agar puas.

Frekuensi hubungan seksual memang umumnya menurun seiring dengan pertambahan usia, namun bukan berarti pasangan yang sudah lama menikah dan sudah berusia separuh baya jarang melakukan hubungan intim. Selama gairah seksual dapat dijaga dengan baik, maka lamanya perkawinan dan usia bukanlah penghalang. Apabila anda merencanakan kehamilan, maka disarankan melakukan hubungan intim sebanyak 2-3x/minggu. Untuk jawaban frekuensi normal hubungan seksual, maka jawabannya ada pada masing-masing pasangan, tergantung dari kepuasan pasangan tersebut. Sehatnya, memang 2-3x/minggu.

Anda tahu penyebab paling banyak timbulnya masalah di perkawinan? Jawabannya adalah KOMUNIKASI. Kurangnya komunikasi di antara pasangan dapat menyebabkan gangguan kesehatan perkawinan itu sendiri. Hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi dapat mengakibatkan asumsi masing-masing pribadi yang menuduh pasangannya sampai dengan kecurigaan tak beralasan yang berujung kepada pertikaian tanpa solusi.

Berani untuk berkomitmen berarti berani untuk berbagi bersama pasangan. Berbagi masalah, berbagi kebahagiaan, berbagi harta, berbagi kegelisahan, dan semua dalam hidup anda harus dibagi bersama pasangan hidup. Itulah inti dari pernikahan. Jadi masalahnya dimana? Jawabannya ada diantara kalian berdua. Cobalah untuk berbicara dengan suami mengenai hal ini, tentu saja dengan tata bahasa yang baik yang tidak akan menyebabkan suami menjadi tersinggung. Satu yang perlu diingat, jangan menyinggung harga dirinya sebagai suami dan jangan marah kepadanya serta menuduhnya macam-macam (misalnya kelainan seksual dll). Hal tersebut dapat menyulut api peperangan.

Berbicaralah kepadanya, bicarakanlah tentang isi hati anda, tentang keinginan anda, tentang kegelisahan anda, dan tentang segala perasaan yang mengganggu anda. Berbicaralah dengan lembut dan dalam suasana relaks. Jangan berbicara ketika suami pulang kerja dan terlihat sedang lelah, emosi akan menyulut pikiran tidak jernih.

Dalam suasana santai, misalnya akhir minggu, dimana suami sedang terlihat baik suasana hatinya, maka bicarakanlah masalah ini. Merupakan kebahagiaan seorang suami melihat istrinya bahagia. Jadi anda jangan takut suami anda marah, apabila hal ini membuat anda bahagia, saya yakin suami anda mau berbicara dan mau mengerti serta mencari solusi terbaik.

Sebaliknya, anda juga sebaiknya mengerti kondisi suami. Pekerjaan yang membuatnya lelah serta stres di kantor memang dapat menyebabkan moodnya menurun. Berhubungan intim yang baik memang akan lebih nikmat apabila keduanya dalam kondisi fit. Apalagi seorang pria, gangguan emosi, stres, lelah, memang dapat mengakibatkan gangguan ereksi, entah sulit 'naik', atau sudah 'naik' tapi tidak dapat bertahan lama, atau terjadinya ejakulasi dini. Kaitan antara emosi dengan hubungan intim memang sangat erat. Jangan menuduh suami anda mengalami kelainan terlebih dahulu, stres dan lelah memang faktor yang banyak menyebabkan gangguan ereksi.

Jadi inti jawaban saya adalah KOMUNIKASI, berbicaralah dari hati ke hati dengan suami anda. Dengan begitu suami anda dapat mengerti keinginan anda dan andapun dapat mengerti mengapa suami berlaku seperti itu dan kalian dapat mencari solusi yang terbaik untuk masalah kalian. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar